Sub sektor perkebunan mempunyai peran yang penting dalam perolehan devisa dan penyediaan lapangan pekerjaan. Agar dapat menjalankan misi tersebut, maka produktivitas dan daya saing komoditas perkebunan perlu ditingkatkan dengan menggunakan teknologi baru dan metode yang mutahir.

Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) sebagai lembaga penelitian di bidang perkebunan berperan dalam menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu meningkatkan daya saing Agribisnis perkebunan Indonesia.

 

SEJARAH

Pusat Penelitian Perkebunan lingkup LRPI mempunyai sejarah yang panjang, yakni didirikan bersamaan dengan masa berkembangnya pembangunan perusahaan-perusahaan perkebunan pada zaman Belanda. Lembaga dimaksud merupakan gabungan antara lembaga penelitian perkebunan (ex BU-Cess), lembaga penelitian perkebunan yang dibangun Pemerintah dan lembaga penelitian milik BUMN Perkebunan.

Melalui SK Menteri Pertanian No. 823/Kpts/KB.110/11/89 ditetapkan Pengalihan Pengelolaan dan Pendanaan Balai-Balai Penelitian di bidang Perkebunan, yang terdiri atas Balai Penelitian Perkebunan (BPP) Bogor, BPP Jember, BPP Sembawa, BPP Sungai Putih, BPP Medan, dan BPP Teh dan Kina Gambung, dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, kepada Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia (AP3I), dengan ketentuan bahwa Balai-Balai tersebut tetap berstatus milik Pemerintah. Setelah melalui berbagai tahapan perubahan, Asosiasi Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (AP2GI) pada tahun 1996 bergabung dengan AP3I membentuk Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (APPI).

Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia didirikan dengan akte notaris Ny Yetty Taher, SH jalan Panglima Polim Raya No. 100 Kebayoran Baru, dan SK Menteri Kehakiman Nomor Y.A7/16/13, tanggal 22 Oktober 1974. Sidang Luar Biasa Rapat Anggota APPI pada tanggal 18 Nopember 2002 menetapkan program reorganisasi APPI dengan membentuk Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI).

Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) berfungsi sebagai ”holding” bagi Pusat-Pusat Penelitian Perkebunan. LRPI berkantor Pusat di Bogor dan dipimpin oleh Direktur Eksekutif LRPI dengan tugas dan kegiatan sebagai berikut :

  • Melaksanakan seluruh keputusan Rapat Anggota dan Pengurus APPI.
  • Menetapkan kebijakan operasional pengelolaan LRPI dan unit-unit kerjanya serta pengalokasian sumberdaya yang terkait.
  • Menyusun Rencana Kerja (RK) dan Rencana Anggaran Belanja (RAB). Atas rekomendasi Pengurus APPI, RK dan RAB tersebut kemudian diajukan kepada Rapat Anggota (RA) APPI.
  • Melakukan upaya-upaya penggalian dana untuk operasionalisasi LRPI dan Unit-Unit Kerjanya; menghimpun dan mendistribusikan dana yang bersumber dari anggota APPI, dari Puslit lingkup LRPI, maupun dari sumber lainnya.
  • Membina, mengkoordinasi dan mengawasi kegiatan operasional Pusat-Pusat Penelitian lingkup LRPI.

VISI, MISI DAN STRATEGI

Visi LRPI ditetapkan selaras dengan Visi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Indonesia 2020, Visi Pembangunan Perkebunan Indonesia 2020, dan Visi Badan Litbang Pertanian 2020. LRPI sebagai salah satu dari sedikit lembaga penelitian yang menangani komoditas perkebunan yang berorientasi ekspor, dan telah menjadi rujukan bagi lembaga penelitian internasional serta telah mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan sendiri untuk keperluan operasional, dan menghasilkan teknologi serta menyediakan jasa kepada para stakeholders, mempunyai visi: "Menjadi lembaga penelitian dan pengembangan perkebunan yang proaktif, partisipatif, dan berkualitas tinggi dalam menciptakan, merekayasa, dan mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang berguna bagi pengembagan agribisnis perkebunan".

Dalam rangka mendukung terealisasinya visi, maka misi LRPI meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Menciptakan, merekayasa, dan mengembangkan teknologi yang strategis dan berwawasan lingkungan serta rekomendasi kebijakan pembangunan di bidang perkebunan sesuai kebutuhan pengguna,
  • Melaksanakan pengawalan teknologi ke tingkat pengguna,
  • Meningkatkan kapasitas institusi LRPI secara berkelanjutan dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada pengguna, dan
  • Membangun kemandirian LRPI dan menciptakan citra sebagai lembaga penelitian perkebunan yang terkemuka

Strategi yang dirumuskan LRPI untuk pencapaian visi dan misi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Inovasi teknologi berorientasi ke depan dan berwawasan lingkungan serta dihasilkan dalam waktu yang singkat dan berdampak luas.
  • Peningkatan daya saing perkebunan dilihat dalam perspektif areal yang luas dan tenaga kerja yang banyak
  • Mengoptimalkan sumberdaya untuk memacu pengembangan industri hilir
  • Outsourcing pendanaan untuk kegiatan penelitian dan usaha serta Outsourcing SDM Penelitian dan Networking dengan Lembaga Internasional/Nasional).
  • Peningkatan unit usaha bersama lintas unit kerja dengan tetap memanfaatkan kompetensi dalam pengembangan produk dan pemberian pelayanan yang bermutu unggul.

SUMBERDAYA MANUSIA

Akhir Agustus 2007, karyawan LRPI berjumlah 3.285 orang dengan komposisi karyawan golongan IA-IID sebanyak 2.694 orang dan karyawan golongan IIIA-IVD sebanyak 585 orang termasuk tenaga peneliti sebanyak 264 orang.

Dibandingkan dengan awal tahun 2002 terdapat penurunan jumlah karyawan sebanyak 203 orang. Penurunan tersebut disebabkan oleh masa pensiun karyawan sebayak 190 orang pada karyawan penunjang dan 48 orang karyawan peneliti. Di lain fihak telah diterima 49 orang peneliti baru/bidang usaha. Penerimaan karyawan penunjang dikhususkan pada bagian yang memberikan potensi peningkatan pendapatan terutama pada karyawan yang telah menjadi karyawan tidak tetap dalam jangka waktu cukup lama.
Penerimaan karyawan peneliti ditujukan untuk menjaga kontinuitas program penelitian dan memperbaiki komposisinya. Dengan demikian kebijakan penerimaan didasarkan pada kebutuhan tenaga secara ideal untuk melaksanakan program penelitian selama 5 (lima) tahun dan menggantikan jumlah peneliti yang keluar.

Pembinaan tenaga karyawan LRPI untuk peningkatan kompetensinya dilakukan melalui pendidikan formal maupun nonformal. Pada tahun 2002-2007 sebanyak 56 orang karyawan Puslit/Unit Kerja lingkup LRPI telah mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studinya ke tingkat yang lebih tinggi. Di antaranya sebanyak 30 orang telah berhasil menyelesaikan studi yang terdiri dari 22 orang Doktor (S3), 4 orang tingkat Master (S2), 1 orang sarjana (S1), dan 3 orang Diploma.

Di lain pihak tercatat 5 Doktor yang berhenti, yang di antaranya memanfaatkan peluang bekerja di lain institusi. Untuk mengatasi masalah tersebut telah diambil kebijakan mempekerjakan paruh waktu para peneliti di institusi lain sekaligus dalam rangka pemasyarakatan teknologi dan peningkatan jaringan kerja yang bermanfaat bagi LRPI. Dalam hal ini tercatat 5 orang peneliti yang dipekerjakan di institusi lain. Selain itu LRPI telah memperpanjang masa kerja 4 orang peneliti melalui kontrak kerja (tenaga profesional) dan 2 (dua) orang melalui program pensiun wajib 60 tahun.

 

STRUKTUR ORGANISASI

 

Pejabat Direktur Kantor Pusat LRPI.

Caretaker Dir. Eksekutif LRPI

Dr. Ir. S. Gatot Irianto, MS


Pejabat Direktur Puslit lingkup LRPI

Balit Bioteknologi Perkebunan Dr Darmono Taniwiryono, M.Sc. (kiri)

Puslit Kelapa Sawit (PPKS)

Dr Witjaksana Ds.

 

Puslit Perkebunan Gula (P3GI)

Dr Mirzawan PDN

 

Puslit Teh dan Kina (PPTK)

Dr Joko Santoso

 
Puslit Karet (PKK) Dr Chairil Anwar  

Puslit Kopi dan Kakao (PPKK)

Dr Teguh Wahyudi

(kanan)

 

 

 


UNIT KERJA LINGKUP LRPI

Pusat Penelitian Karet Indonesia

PO. Box 1415 Medan 20001, Sumatera Utara
Telepon : 62 61 7980045
Fax. : 62 61 7980046
Email : rubbersp@indosat.net.id
 


Pusat Penelitian Karet membawahi empat balai penelitian yaitu :

Balai Penelitian Sembawa
Jalan Raya Palembang -Sekayu Km 29, PO Box 1127
Palembang 30001, Sumatera Selatan
Telepon : 62 711 361793/367967
Fax. : 62 711 312182
Email : irri-sbw@mdp.net.id

Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor
Jalan Salak No. 1 Bogor 16151, Jawa Barat
Telepon : 62 251 8319817/8357937
Fax. : 60 251 8324047
Email : bptkbgr@indo.net.id

Balai Penelitian Getas
PO Box. 804, Salatiga 50702, Jawa Tengah
Telepon : 62 298 322504
Fax. : 62 298 323075
Email : rcgetas@salatiga.wasantara.net.id


Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Jalan Brigjen Katamso 51 Medan 20158
PO Box. 1103 Medan 20001
Telepon : 62 61 7862477/7862466
Fax. : 62 61 7862488
E-mail : admin@iopri.org; iopri@idola.net.id
Website: www.iopri.org

Pusat Penelitian Teh dan Kina

PO Box 1013, Bandung 40010, Jawa Barat
Telepon : 62 22 5928185/5928782
Fax. : 62 22 5928186
Email :gambung@bdg.centrin.net.id
Website: www.ritc.or.id

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Jalan Pahlawan 25, Pasuruan Jawa Timur
Telepon : 62 343 421086
Fax. : 62 343 421178
Email : isri@telkom.net
Website: sugarresearch.org

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia

Jalan PB Sudirman 90 Jember 68118, Jawa Timur
Telepon : 62 331 757130/757132
Fax. : 62 331 757131
Email: iccri@iccri.net; iccri@jember.wasantara.net.id;
Website: www.iccri.net

Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan

Jalan Taman Kencana No. 1 Bogor 16151, Jawa Barat
PO Box 179 Bogor 16001
Telepon : 62 251 8324048/8327449
Fax. : 62 251 8328516
Email : briec@indo.net.id
Website: www.ibriec.org