Home | Penelitian | Tenaga Ahli | Patent | I k l i m new! | Produk | Info Pustaka | Links | Hubungi Kami

Judul: ASPEK PERTUMBUHAN, KOMPOSISI PRODUK, DISTRIBUSI, DAN DAYA SAING TEH INDONESIA DI PASAR DUNIA

 

Daya saing teh suatu negara pengekspor teh dapat dikaji secara umum dari kinerja pertumbuhan ekspor tehnya. Pada analisis pertumbuhan ekspor, hampir seluruhnya menggunakan data sekunder yang bersumber dari International Trade Center (2002). Pertumbuhan ekspor negara-negara pengekspor teh dunia periode 1997 – 2001 disajikan pada Tabel 1. Negara-negara yang memiliki pertumbuhan ekspor yang melebihi pertumbuhan ekspor teh dunia (0,029), berturut-turut mulai dari negara yang memiliki pertumbuhan tertinggi, adalah Jepang, India, Vietnam, Inggris, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Sri Lanka. Walaupun Jepang, Inggris, Amerika Serikat, serta Uni Emirat Arab merupakan negara importir teh curah, namun negara-negara tersebut mampu mendapatkan nilai tambah dengan mengolah sebagian dari teh curah yang diimpornya dan mengekspornya kembali dalam bentuk produk-produk hilir teh. Selain itu, negara-negara tersebut juga mampu mereekspor sebagian kecil dari teh curah yang telah diimpornya karena memiliki jaringan perdagangan teh yang kuat. Oleh karena itu, negara-negara tersebut dimasukkan dalam analisis pasar teh sebagai negara-negara pengekspor berbagai jenis dan produk teh dunia sekaligus sebagai negara-negara pengimpor teh curah.

Pertumbuhan ekspor teh Indonesia jauh di bawah pertumbuhan ekspor teh dunia bahkan mengalami pertumbuhan negatif. Dari hasil pengolahan data menggunakan Constant Market Share (CMS) selama periode 1997 – 2001 (Tabel 1), ternyata lemahnya daya saing teh Indonesia tersebut disebabkan karena (1) komposisi produk teh yang diekspor Indonesia kurang mengikuti kebutuhan pasar yang tercermin dari angka komposisi produk teh Indonesia yang bertanda negatif (-0,032); (2) negara-negara tujuan ekspor teh Indonesia kurang ditujukan ke negara-negara pengimpor teh yang memiliki prtumbuhan impor teh tinggi yang tercermin dari angka distribusi yang bertanda negatif (-0,045); dan (3) daya saing teh Indonesia di pasar teh dunia yang cukup lemah yang tercermin dari angka faktor persaingan yang bertanda negatif (-0,211).

Tabel 1. Hasil analisis pertumbuhan ekspor dari negara-negara pengekspor teh dunia

Negara Pengekspor

Pertumbuhan Ekspor Teh

Komposisi Produk

Distribusi

Daya Saing

Vietnam

0,270

0,054

0,018

0,306

Cina

-0,100

0,180

-0,195

-0,114

Bangladesh

-0,693

-0,041

0,016

-0,697

Jerman

-0,143

0,049

0,006

-0,227

India

0,294

0,045

-0,157

0,377

Indonesia

-0,259

-0,032

-0,045

-0,211

Jepang

0,303

0,512

-0,287

0,049

Kenya

-0,412

-0,064

-0,073

-0,073

Sri Lanka

0,117

0,063

-0,183

0,208

Uni Emirat Arab

0,172

0,087

-0,799

8,362

Inggris

0,172

0,087

0,092

-0,340

Amerika  Serikat

0,172

0,087

-0,135

0,180

Keterangan:

- Angka-angka pada tabel, semakin besar nilai positif, semakin baik
- Pertumbuhan ekspor teh dunia (pertumbuhan standar) adalah 0,029

Pada aspek komposisi produk yang diekspor, Indonesia dapat mencontoh pada Jepang, Cina, Inggris, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Sri Lanka, Vietnam, Jerman dan India yang kesemuanya memiliki pengaruh komposisi produk yang bertanda positif. Pada Tabel 2. terlihat bahwa negara-negara yang memiliki komposisi produk positif merupakan negara-negara yang memiliki kontribusi yang cukup tinggi pada ekspor teh dalam bentuk teh hitam kemasan, teh hijau kemasan dan teh hijau curah. Ekspor teh Jepang terdiri dari teh hijau kemasan (39,8%), teh hitam kemasan (3,4%), dan teh hijau curah (53,4%). Demikian juga ekspor teh Cina terdiri dari teh hijau kemasan (25,3%), teh hitam kemasan (7,7%), dan teh hijau curah (29,4%). Ekspor teh Inggris dalam bentuk kemasan mencapai 83,1% yang terdiri dari teh hitam kemasan (79,5%) dan teh hijau kemasan (3,6%).

Pada tahun 2001, Sri Lanka, sebagai negara penghasil teh hitam, telah mampu mengekspor teh hitam dalam bentuk kemasan yang mencapai 42,1% dari total ekspor. Demikian pula India telah mampu mengekspor teh hitam kemasan sebesar 33,9% dari total ekspor. Di lain pihak, ekspor teh Indonesia dalam bentuk kemasan masih sangat kecil, yaitu hanya mencapai 6,1%, yang terdiri dari teh hitam kemasan (6,0%) dan teh hijau kemasan (0,1%). Selain itu, ekspor teh Indonesia dalam bentuk teh hijau curah relatif kecil apabila dibandingkan dengan ekspor teh hitam curah, yaitu hanya mencapai 3,4% dari total volume ekspor teh Indonesia.

Khusus untuk Vietnam, walaupun kemampuan untuk mengekspor teh dalam bentuk kemasan hampir sama dengan Indonesia, yaitu hanya 6,8%, namun Vietnam mampu mengkspor teh dalam bentuk teh hijau curah dengan kontribusi yang cukup tinggi (33,3%), sehingga mampu menghasilkan pengaruh komposisi produk yang positif. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan laju pertumbuhan ekspor teh Indonesia, para produsen teh Indonesia hendaknya mampu meningkatkan kontribusi ekspor teh dalam bentuk teh hitam kemasan, teh hijau kemasan, dan teh hijau curah. Upaya tersebut harus didukung oleh kebijakan yang kondusif khususnya kebijakan perpajakan baik berupa PPN untuk teh curah maupun tarif impor dari beberapa input yang dibutuhkan dalam produksi produk-produk hilir teh.

Pangsa volume ekspor dari produk-produk hilir teh Indonesia yaitu teh hitam kemasan dan teh hijau kemasan Indonesia di pasar dunia pada tahun 2001 ternyata masih sangat rendah, masing-masing hanya mencapai 2,3% dan 0,1% dari total volume ekspor dunia untuk masing-masing produk (Tabel 3). Pangsa ekspor tersebut cenderung menurun dibandingkan pangsa pada tahun 1997 yang masing-masing mencapai 3,7% dan 0,5%. Ekspor teh hitam kemasan dunia didominasi oleh beberapa negara yaitu India (20,3%), Sri Lanka (20,3%), Inggris (19,9%), Uni Emirat Arab (9,3%), Cina (4,2%), dan Jerman (3,2%). Untuk produk teh hijau kemasan, beberapa negara pengekspor utamanya adalah Cina (62,1%), Jepang (4,8%), Inggris (4,1%), dan Jerman (4%). Negara tujuan utama ekspor teh hitam kemasan Indonesia adalah Inggris dengan penyerapan sebesar 42,1% dari total volume ekspor teh hitam kemasan Indonesia , Jepang (19,9%), Polandia (5,9%), dan Federasi Rusia (1,4%). Untuk produk teh hijau kemasan, negara tujuan utama ekspor Indonesia adalah Saudi Arabia (37%), Jerman (23,8%), dan Kanada (19,4%).

Pada aspek distribusi pasar, dari hasil pengolahan data International Trade Center periode 1997 – 2001 dengan menggunakan pendekatan Constant Market Share (CMS), diketahui bahwa negara yang memiliki pengaruh distribusi pasar yang positif mulai dari yang tertinggi berturut-turut adalah Inggris, Vietnam, Bangladesh, dan Jerman. Pihak Inggris sangat jeli dalam memilih negara-negara yang menjadi tujuan ekspor teh-nya yaitu ke negara-negara yang memiliki pertumbuhan pasar yang cukup tinggi. Negara-negara tujuan ekspor teh Inggris disajikan pada Tabel 4. Ekspor teh Inggris sangat terdistribusi dengan baik ke pasar-pasar teh tradisional maupun ke pasar-pasar baru. Secara umum negara tujuan ekspor teh Inggris adalah Kanada, Perancis, Jepang, dan Amerika Serikat. Namun demikian, setiap jenis produk teh Inggris memiliki pasar-pasar tertentu.

Tabel 2. Komposisi ekspor teh dari beberapa negara yang memiliki komposisi produk positif dan perbandingannya dengan Indonesia

Negara Pengekspor

The Hitam Curah

Teh Hitam Kemasan

Teh Hijau Curah

Teh Hijau Kemasan

Ton

%

Ton

%

Ton

%

Ton

%

Jepang

593

3,4

581

3,4

9.262

53,4

6.895

39,8

Cina

132.522

37,6

27.086

7,7

103.679

29,4

89.230

25,3

Inggris

25.643

15,8

129.196

79,5

1.931

1,2

5.834

3,6

Sri Lanka

173.856

55,3

132.248

42,1

4.108

1,3

4.131

1,3

India

254.144

65,0

132.348

33,9

3.190

0,8

1.263

0,3

Vietnam

9.867

59,9

912

5,5

5.478

33,3

212

1,3

Indonesia

67.090

85,5

9.288

6,0

4.102

8,4

273

0,1

 

Tabel 3. Perkembangan pangsa volume ekspor teh Indonesia di pasar dunia (dalam %)

Jenis Teh

1997

1998

1999

2000

2001

Teh hitam curah

9,8

8,2

8,3

7,7

9,0

Teh hijau curah

2,5

2,0

3,4

5,0

3,4

Teh hitam kemasan

3,7

3.3

2,1

1,0

2,3

Teh hijau kemasan

0,5

0,6

0,3

0,1

0,1

Total teh

7,4

5,7

6,1

5,8

6,4

Sumber: International Trade Center (2002) (diolah)

Untuk jenis teh hitam curah, negara-negara tujuan utama ekspor teh Inggris adalah Perancis, Amerika Serikat, Jepang dan Jerman. Untuk produk teh hitam kemasan, negara tujuan ekspor teh Inggris adalah Kanada, Perancis, Jepang, dan Amerika Serikat. Untuk jenis teh hijau curah, negara-negara tujuan ekspor utamanya adalah Amarika Serikat, Perancis, dan Federasi Rusia. Selanjutnya untuk produk teh hijau kemasan, negara tujuan utamanya adalah Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Jerman dan Perancis. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan laju pertumbuhan ekspor teh Indonesia, pihak Indonesia perlu mencontoh pola distribusi pasar ekspor teh Inggris.

Demikian pula ekspor teh Vietnam telah terdistribusi dengan baik ke negara-negara yang memiliki pertumbuhan impor cukup tinggi. Negara-negara tujuan ekspor teh Vietnam disajikan pada Tabel 5. Secara umum, pasar utama teh Vietnam adalah Jerman, Jepang, Polandia, dan Amerika Serikat. Untuk jenis teh hitam curah, ekspor teh Vietnam sebagian besar ditujukan ke negara Jerman (24,7%), Polandia (23,6%), Amerika Serikat (14,7%) dan Inggris (5,8%). Untuk produk teh hitam kemasan, ekspor teh Vietnam sebagian besar ditujukan ke Jerman (44,3%), Amerika Serikat (16%), dan Federasi Rusia (9,4%). Ekspor teh hijau curah Vietnam sebagian besar ditujukan ke negara Jepang (48,4%). Selanjutnya, ekspor teh hijau kemasan Vietnam sebagian besar ditujukan ke Perancis (66,5%), dan Amerika Serikat (33,5%).

Dengan demikian, pihak Indonesia hendaknya dapat mengikuti jalur ekspor teh seperti yang telah dilakukan oleh Inggris dan Vietnam. Berdasarkan pertumbuhan pangsa impornya, beberapa pasar yang sesuai untuk teh hijau curah antara lain adalah Jepang, Amerika Serikat, Perancis, dan Federasi Rusia. Untuk produk teh hijau kemasan, beberapa pasar yang sesuai antara lain adalah Perancis, Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Beberapa pasar yang sesuai untuk ekspor produk teh hitam kemasan antara lain adalah Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Selanjutnya, untuk jenis teh hitam curah, beberapa pasar .yang sesuai antara lain adalah Jerman, Polandia, Perancis, Amerika Serikat, Jepang dan Inggris.

Tabel 4. Negara-negara tujuan ekspor teh Inggris

Negara

Tujuan Ekspor

Teh Hitam Curah

Teh Hitam Kemasan

Teh Hijau

Curah

Teh Hijau Kemasan

Ton

%

Ton

%

Ton

%

Ton

%

Kanada

300

1,2

36.063

27,9

42

2,2

993

17,0

Perancis

3.368

13,1

14.312

11,1

319

16,5

121

2,1

Jerman

781

3,0

309

0,2

0

0

215

3,7

Jepang

1.974

7,7

10.457

8,1

0

0

388

6,7

Polandia

0

0

190

0,1

0

0

0

0

Moroko

0

0

106

0,1

0

0

0

0

Federasi Rusia

3

0

719

0,6

150

7,8

0

0

Saudi Arabia

116

0,5

203

0,2

21

1,1

0

0

Amerika Serikat

2.369

9,2

5.430

4,2

521

27,0

447

7,7

Lainnya

16.732

65,2

61.437

47,5

878

45,5

3.670

62,9

Sumber : International Trade Center (2002) (diolah)

Pada aspek daya saing, beberapa negara pengekspor teh yang memiliki daya saing positif berturut-turut mulai dari yang terkuat adalah Uni Emirat Arab, India, Vietnam, Sri Lanka, Amerika Serikat, dan Jepang. Di antara negara-negara pengekspor yang memiliki angka daya saing negatif, ternyata daya saing teh Indonesia masih lebih rendah dari Cina, dan Kenya. Di antara negara-negara produsen teh dunia, daya saing teh Indonesia selalu lebih rendah, kecuali apabila dibandingkan dengan teh asal Banglades.

Tabel 5. Negara-negara tujuan ekspor teh Vietnam

Negara

Tujuan Ekspor

Teh Hitam Curah

Teh Hitam Kemasan

Teh Hijau

Curah

Teh Hijau Kemasan

Ton

%

Ton

%

Ton

%

Ton

%

Kanada

177

1,8

0

0,0

0

0,0

0

0,0

Perancis

6

0,1

109

12,0

0

0,0

141

66,5

Jerman

2.433

24,7

404

44,3

193

3,5

0

0,0

Jepang

93

0,9

0

0,0

2.652

48,4

0

0,0

Polandia

2.327

23,6

0

0,0

0

0,0

0

0,0

Federasi Rusia

227

2,3

86

9,4

138

2,5

0

0,0

Inggris

576

5,8

21

2,3

0

0,0

0

0,0

Amerika Serikat

1.446

14,7

146

16,0

26

0,5

71

33,5

Lainnya

2.582

26,2

146

16,0

2.469

45,1

0

0,0

Sumber : International Trade Center (2002) (diolah)


Kunjungan ke-3757,
Sejak: 21 Desember 2004

   Home | Penelitian | Tenaga Ahli | Patent | Jasa & Konsultasi | Publikasi | Produk | Site Map | Hubungi Kami | Member Login