PREDIKSI ANOMALI IKLIM EL NINO/LA NINA BULAN APRIL
PREDIKSI ANOMALI IKLIM  EL NINO/LA NINA

 

 

Apa itu El Nino/La Nina?

El Nino terkait dengan terjadinya peningkatan suhu di lautan tropis Pasifik Tengah dan Timur dan menyebabkan penurunan curah hujan di Indonesia khususnya wilayah di sebelah selatan katulistiwa.  Kejadian sebaliknya adalah La Nina yang terkait dengan menurunnya suhu di lautan tropis Pasifik Tengah dan Timur dan menyebabkan peningkatan curah hujan
El Nino/La Nina biasanya berdampak penurunan/peningkatan curah hujan pada periode Mei-November.

SOI (Southern Oscillation Index) merupakan indeks yang menunjukkan indikasi perkembangan intensitas El Nino dan La Nina di lautan Pasifik.  SOI dihitung berdasarkan perbedaan tekanan udara antara Tahiti dan Darwin.
Nilai SOI yang kontinu diatas +8  mengindikasikan fenomena La Nina, dan nilai SOI yang kontinu lebih kecil dari -8 mengindikasikan fenomena El Nino.  Contoh kejadian El Nino dan La Nina selama 1994-2007 disajikan pada gambar berikut


http://www.balitsembawa.com/upload/berita/images/grafik%20april.jpg

Rangkuman prediksi anomali iklim LaNina/El Nino :
(Sumber data : Bureau Meteorology of  Australia)

 


Suhu lautan tropis Pasifik sedikit meningkat dan suhu terus mendekati kondisi normal.  Hal ini mirip dengan kejadian La Nina sebelumnya yaitu melemah selama musim gugur di belahan bumi selatan (Maret-Mei)  Model-model iklim memprediksi semakin melemahnya La Nina  beberapa bulan ke depan dan diperkirakan akan kembali ke kondisi normal pada beberapa bulan ke depan.
Sampai dengan Maret, indikator anomali iklim yaitu SST dan SOI menunjukkan berlangsungnya anomali iklim La Nina, namun cenderung kembali ke kondisi normal.


Indikator anomali iklim

qSST (Sea Surface temperature)
Anomali SST (oC) pada bulan Januari - Maret 2011 adalah:

Index

Januari

Februari

Maret

NINO3

-1.1

-0.5

-0.4

NINO3.4

-1.5

-1.0

-0.6

NINO4

-1.3

-0.9

-0.5


qSOI (Southern Oscillation Index)

Januari

Februari

Maret

+19.9

+22.3

+21.4

 

Apa yang perlu diantispasi oleh pekebun karet?

Anomali iklim La Nina:

  1. Gangguan hujan pada kegiatan penyadapan karet dapat dikurangi dengan menggunakan rainguard.
  2. Penjadwalan kembali penanaman karet di lapangan.  Penanaman bisa lebih awal karena curah hujan yang lebih tinggi
  3. Gangguan penyakit gugur daun karena kondisi yang lembab
  4. Antisipasi berkurangnya produksi biji karet untuk pembuatan bibit karet

Anomali iklim  El Nino:

  1. Perlu konservasi air dengan mulsa di pembibitan dan rorak pada tanaman TBM
  2. Perlu satgas pencegahan kebakaran kebun pada saat El Nino yang ekstrim
  3. Perubahan pola sebaran produksi bulanan karet dengan prosentase produksi pada semester II untuk kebun karet di bagian selatan katulistiwa lebih kecil dari kondisi normal.
  4. Penanaman karet di lapangan bisa tertunda karena kemarau panjang

 

Update prediksi : setiap pertengahan bulan