Peningkatan konsumsi atau penggunaan karet alam perlu di-usahakan dengan
meningkatkan peng-gunaan karet alam selain untuk industri ban. Karet alam
dapat diguna-kan sebagai matriks pupuk lepas lambat melalui proses difusi
dan penguraian, kemudian vulkanisasi, se-hingga partikel pupuk akan ter-bungkus
oleh karet yang dibebaskan kembali secara lambat pada saat proses pengusangan
karet berlangsung di tanah.
Dalam penelitian ini sudah di-teliti komponen karet yang sesuai untuk matriks
pupuk lepas lambat. Se-bagai parameter pelepasan pupuk majemuk di dalam
air 37 0 C di-gunakan jumlah pupuk N yang dilepas ke dalam air tersebut.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa karet skim dan compo crepe tidak sesuai
untuk menahan pelepasan pupuk N di dalam air, sementara itu karet brown
crepe, terutama dengan menggunakan sistem metode split feeding dapat digunakan
untuk proses pembuatan pupuk lepas lambat. Persentase pelepasan kumulatif
unsur N dari pupuk majemuk untuk 1 hari, minggu ke 1 sampai minggu ke 15,
dan vulkanisasi 20 menit pada suhu 115 0 C, berturut-turut, 9.5 %, 25.3
%, 36.3 %, 45.8 %, 52.6 %, 60.7 %, 65.3 %, 66.9 %, 70 %, 71.4 %, 74.8 %,
72 %, 75 %, 80.6 %, 92.1 %, 95.3 %. Pupuk lepas lambat ini perlu dicoba
dengan tanaman perkebunan/Kehutanan untuk melihat pengaruh dan lama pelepasan
di lapangan di mana diperkirakan pelepasannya di dalam tanah dapat berlangsung
2 tahun.
|