Teh hijau Indonesia dikenal se-bagai komoditas domestik yang diolah lebih
lanjut menjadi teh wangi siap dikonsumsi. Keadaan ini berjalan lebih dari
seabad sejak teh dibudidayakan di Indonesia pada tahun 1826. Namun sejak
tahun 1989 citra yang melekat pada teh Indonesia sebagai produk lokal bermutu
rendah telah berubah total dengan adanya permintaan pasar Maroko, Pakistan,
dan Afganistan yang terus meningkat. Volume ekspor ke Pakistan tahun 1996
sebesar 1.502 ton, ke Afganistan 422 ton, tahun 1997 lebih besar lagi. Di
samping itu negara-negara di Timur Tengah dan Eropa Timur merupakan pembeli
baru yang belum terpenuhi. Dengan demikian teh hijau yang kebanyakan berbahan
baku pucuk teh rakyat memiliki ke-sempatan untuk dapat maju bersama teh
hitam sebagai komoditas ekspor penghasil devisa negara.
Pengusahaan teh rakyat dicirikan dengan pemilikan lahan sempit yang berpencar,
lemah permodalan dan penguasaan teknologi serta tidak terkuasainya pasar
dengan baik. Ideal-nya petani teh rakyat perlu membentuk kelompok usaha
tani bersama, memiliki pabrik pengolahan, me-nguasai teknologi produksi,
serta me-nguasai teknologi pemasarannya. Kelompok usaha tani demikian diharapkan
dapat mandiri dalam wirausaha teh hijau mutu ekspor maupun domestik.
Untuk mempersiapkan kelompok petani teh menuju kemandirian tersebut telah
dicoba untuk merakit mesin pengolah teh hijau mutu ekspor (dan domestik)
skala usaha tani dengan kapasitas olah 2.000 kg pucuk segar per hektar yang
dapat dihasilkan kebun teh rakyat secara berkelompok seluas ? 100 ha. Rekayasa
mesin teh hijau meliputi mesin pelayu (Rotary Panner), mesin penggulung
(Pressure Cap Roller 26”), mesin pengering dan penukar panas (Endless
Chain Pressure Drier dan Heat Exchanger), mesin pengering ber-putar (Rotary
Drier), mesin pengering akhir (Boll Tea Drier), mesin pemotong (Tea Cutter),
dan mesin sortasi kering (Rotary Sifter, Reciprocating Sifter dan Winnower).
Semua mesin pengolah ini dirancang dengan komponen produksi dalam negeri
dengan memperhatikan kaidah-kaidah murah, mudah, efisien, dan ramah lingkungan.
Mesin pe-ngering akhir (Boll Tea Drier) me-rupakan mesin yang membedakan
pe-ngolahan teh hijau ekspor dan pe-ngolahan teh hijau domestik.
|