Pupuk Superfosfat Hayati
Paten Pending (Nomor Pendaftaran Paten: P00200400087)

Fosfat sering disebut sebagai kunci kedua bagi kehidupan setelah nitrogen karena terlibat langsung pada seluruh proses kehidupan. Unsur ini merupakan komponen tiap sel hidup dan cenderung terkonsentrasi dalam biji dan titik tumbuh tanaman. Tanaman yang kahat fosfor akan terganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu kahat fosfor menyebabkan pembelahan sel akan terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil, biji tumbuh tidak sempurna, panen terhambat, dan produksi rendah dengan mutu jelek. Fosfat diberikan pada tanaman dalam bentuk pupuk super fosfat. Pupuk superfosfat konvensional seperti TSP (Triple Super Phosphate) dan SP36 dibuat dengan cara kimia-mekanis yaitu mereaksikan batuan fosfat dengan asam-asam kuat. Cara pembuatan pupuk superfosfat ini selain membutuhkan biaya besar juga relatif tidak ramah lingkungan. Pemberian fosfat alam secara langsung ke dalam tanah juga tidak efektif, karena reaktivitas dan kualitas fosfat alam yang rendah. Bio-SP diciptakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bio-SP adalah pupuk superfosfat yang dibuat dengan bantuan agensia hayati. Bio-SP memiliki reaktivitas tinggi yang dapat mencukupi kebutuhan tanaman. Penggunaan Bio-SP dapat mengurangi biaya pemupukan fosfat dan lebih ramah lingkungan.
Aspergillus sp |
| P2O5 Total | 63% |
| P2O5 Larut Sitrat | 31% |
| P2O5 Larut Air | 23% |
| Ukuran Granul | 2 - 4 mm |
![]() Bibit Kelapa Sawit |
Nilai RAE untuk Bibit Kalapa Sawit![]() |
| Padi Sawah | 25-75 kg/ha |
| Jagung | 25-200 kg/ha |
| Tomat | 150-200 kg/ha |
| Cabe | 100-150 kg/ha |
| Sayur-sayuran | 95 kg/ha |
| Kelapa Sawit (TM) | 71-143 kg/ha |
| Kakao | 60-95 kg/ha |
| Kopi (1-10th) | 2.5 kg/ph/th |
| Tebu | 100-200 kg/ha |
| Teh | 100 kg/ha |