Pupuk Superfosfat Hayati
Paten Pending (Nomor Pendaftaran Paten: P00200400087)

Penemu: Dr. Didiek Hadjar Goenadi


Latar Belakang

Fosfat sering disebut sebagai kunci kedua bagi kehidupan setelah nitrogen karena terlibat langsung pada seluruh proses kehidupan. Unsur ini merupakan komponen tiap sel hidup dan cenderung terkonsentrasi dalam biji dan titik tumbuh tanaman. Tanaman yang kahat fosfor akan terganggu pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu kahat fosfor menyebabkan pembelahan sel akan terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil, biji tumbuh tidak sempurna, panen terhambat, dan produksi rendah dengan mutu jelek. Fosfat diberikan pada tanaman dalam bentuk pupuk super fosfat. Pupuk superfosfat konvensional seperti TSP (Triple Super Phosphate) dan SP36 dibuat dengan cara kimia-mekanis yaitu mereaksikan batuan fosfat dengan asam-asam kuat. Cara pembuatan pupuk superfosfat ini selain membutuhkan biaya besar juga relatif tidak ramah lingkungan. Pemberian fosfat alam secara langsung ke dalam tanah juga tidak efektif, karena reaktivitas dan kualitas fosfat alam yang rendah. Bio-SP diciptakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bio-SP adalah pupuk superfosfat yang dibuat dengan bantuan agensia hayati. Bio-SP memiliki reaktivitas tinggi yang dapat mencukupi kebutuhan tanaman. Penggunaan Bio-SP dapat mengurangi biaya pemupukan fosfat dan lebih ramah lingkungan.


Top

Teknologi Biosuperfosfat

Aspergillus sp

Aspergillus sp

Bio-SP adalah pupuk superfosfat yang dibuat dengan bantuan agensia hayati untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Agensia hayati yang digunakan adalah Aspergillus sp, yaitu kapang yang memiliki kemampuan tinggi dalam melarutkan fosfat dari sumber-sumber yang sukar larut. Dengan bantuan Aspergillus sp, fosfat alam dapat ditingkatkan kualitasnya hingga menyamai pupuk super fosfat. Penggunaan agensia hayati selain lebih ramah lingkungan juga lebih ekonomis, karena menurunkan biaya produksi.
Bio-SP memiliki kualitas yang sama dengan pupuk superfosfat konvensional. Bio-SP sesuai untuk semua jenis tanaman. Bio-SP bersifat semi slow release yang pelepasannya sesuai dengan kebutuhan tanaman, karenanya penggunaan Bio-SP lebih hemat daripada menggunakan pupuk superfosfat konvensional.

Top

Karakteristik

P2O5 Total 63%
P2O5 Larut Sitrat 31%
P2O5 Larut Air 23%
Ukuran Granul 2 - 4 mm

Bibit Kelapa Sawit

Top

Keunggulan



Nilai RAE untuk Bibit Kalapa Sawit


Dosis

50% dari dosis pupuk superfosfat konvensional
Padi Sawah 25-75 kg/ha
Jagung 25-200 kg/ha
Tomat 150-200 kg/ha
Cabe 100-150 kg/ha
Sayur-sayuran 95 kg/ha
Kelapa Sawit (TM) 71-143 kg/ha
Kakao 60-95 kg/ha
Kopi (1-10th) 2.5 kg/ph/th
Tebu 100-200 kg/ha
Teh 100 kg/ha


Cara Aplikasi

Cara aplikasi Bio-SP sama seperti aplikasi pupuk superfosfat konvensional

Top

Kunjungan ke-5108,
Sejak: Agustus 2004