DAFTAR PRODUK
LEMBAGA RISET PERKEBUNAN INDONESIA



  Alat dan Mesin
  Kakao
PEMERAS LENDIR KAKAO (Depulper)
Fungsi dari alat ini, yang pertama adalah untuk Mengurangi kandungan lendir (pulp) dipermukaan biji kakao sehingga waktu fermentasi lebih singkat dan menurunkan tingkat keasaman biji kering dan fungsi yang kedua adalah Lendir hasil pemerasan dapat diproses lanjut menjadi produk samping yang memiliki nilai tambah Fleksibilitas dan Keunggulan yang dimiliki antara lain : Hasil pemerasan baik dan bersih, Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan dan Mudah dipindah-pindahkan.
Kakao Tester
Spesifikasi dari alat ini adalah :Sumber arus baterai 6 x 1,5 V tipe AA dengan Skala meter 0 - 20%. Memiliki Dimensi : 14,2 x 13,5 x 8,5 cm dan Berat 830 g. Akurasi tinggi, harga murah, praktis. Kegunaannya adalah Untuk mengukur kadar air biji kopi, biji kakao, cengkeh, lada, padi.
ALAT PRES LEMAK KAKAO
Fungsi alat ini adalah Untuk memisahkan lemak atau minyak dari nib kaka0 Fleksibilitas dan Keunggulan yang dimiliki :Multikomoditi (buah asam, jambu mete, biji mete, kulit buah kakao), Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan dan Hasil pengempoan baik.
Pemasta Coklat
Fungsi dari alat ini adalah untuk Melumatkan pecahan-pecahan nib pasca sangrai dengan menggunakan ulir (screw) sampai diperoleh pasta cokelat. Fleksibilitas dan Keunggulan yang dimilki antara lain :Pasta yang diperoleh bermutu baik, Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan dan Mudah diadopsi oleh perkebunan rakyat.
  Kakao dan kopi
PENGERING
Penjemuran merupakan cara yang paling murah dan mudah untuk pengeringan biji kopi. Namun, pada cuaca berawan waktu penjemuran menjadi sangat panjang. Pada kondisi demikian jamur (okratoxin) mudah berkembang di permukaan maupun di dalam biji kopi. Fungsi dari alat ini adalah untuk Mempercepat proses difusi air sehingga aman disimpan dan tetap memiliki mutu yang baik sampai ke tahap proses pengolahan berikutnya. Flesibilitas dan Keunggulan yang dimiliki : Multikomoditi [kakao, jagung, gabah] , Kapasitas per satuan luas lebih besar , Perawatan dan murah serta mudah dioperasikan dan Hasil Pengeringan baik
  Kopi
PENCUCI KOPI HS (WASHER)
Latar Belakang Efisiensi tahapan proses pengeringan sangat ditentukan oleh kondisi bahan yang akan dikeringkan. Waktu pengeringan akan semakin panjang dengan semakin tingginya kadar air bahan, dan komponen yang menyelimuti permukaan bahan. Pengeringan akan berlangsung dengan baik jika air dalam bahan dapat mendifusi keluar tanpa hambatan secara maksimal. Lendir yang menyelimuti biji kopi merupakan salah satu lapisan yang dapat menghambat proses tersebutt. Pelepasan atau pembersihan lapisan lendir secara mekanis sangat diperlukan agar proses pengeringan dapat berlangsung lebih efisien, dan biaya proses pengolahan secara keseluruhan dapat ditekan serendah mungkin. Fungsi dari alat ini adalah untuk Melepas lapisan lendir dan membersihkan benda asing dipermukaan kulit tanduk, Memiliki Flesibilitas dan Keunggulan antara lain : Hasil pelepasan dan pembersihan permukaan biji baik dan bersih, Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan dan Konsimsi air dan energi penggerak rendah
PENGUPAS KULIT BUAH KOPI
Pengolahan kopi secara konvesional membutuhkan air dalam jumlah yang besar. Penggunaan alat dan mesin dalam proses pengolahan kopi masa depan harus mempunyai karakter yang menonjol dalam hal produktivitas, hemat air dan energi, berwawasan lingkungan serta mutu produk yang bersaing di pasar global. Penerapan desentralisasi pengupasan kulit kopi setengah basah (semi-wet pulping) selain mampu menghemat konsumsi air dan diharapkan juga mampu mencegah konsentrasi air limbah disuatu tempat. Fungsi dari alat ini adalah untuk Melepas kulit buah kopi untuk memudahkan pelepasan atau pembersihanlapisan lendir daripermukaan kulit tanduk. Flesibilitas dan Keunggulan yang dimiliki antara lain : Hasil pengupasan baik dan bersih, Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan, Konsimsi air dan energi penggerak rendah
PENGUPAS KULIT KERING (Huller)
Untuk memperoleh biji kopi pasar, buah kopi atau biji kopi HS yang telah kering (kadar air antara 13-14%) masuk ke tahap pengupasan kulit (hulling process). Jenis mesin pengupas (huller) yang banyak digunakan adalah tipe silinder. Untuk meningkatkan efektifitas dan kapasitas kerja mesin, sebelumnya buah kopi disortasi berdasarkan ukurannya. Sortasi tersebut sekaligus juga bermanfaat untuk memisahkan buah kopi dengan benda-benda asing lainnya. Fungsi alat ini adalah untuk Memisahkan kulit buah kering, kulit tanduk dan kulit ari sehingga diperoleh biji kopi pasar yang bersih dan bermutu baik. Flesibilitas dan Keunggulan yang dimiliki, yaitu : Dapat digunakan untuk pengupasan kulit kopi kering dari pengolahan kering ataupun basah, Perawatan mudah dan murah, serta mudah dioperasikan ,Hasil pengupasan baik dan bersih
  Aneka Produk
  Karet
NoBb
NoBB (No Brown Bast) adalah campuran bahan aktif zat pengatur tumbuh yang berfungsi merangsang kambium untuk mempercepat pembelahan sel dan memulihkan fungsi jaringan pembuluh lateks. NoBB juga mampu menyembuhkan Brown Bast atau Kekeringan Alus Sadap (KAS) dan mempercepat pertumbuhan kulit pulihan pada pohon sehat.
Spirulina
Sprilulina adalah biomassa Spirulina platensis yang banyak mengandung bahan aktif penting bagi dunia kesehatan dan farmasi. 60-70% dari bobot keringnya adalah protein, berbagai vitamin (B1, B2, B3, B12, niasin, C, E, dan provitamin A), karotenoida lainnya, pigmen, serta lipid.
  Bahan Tanam
  Jati
Jati Emas
Jati (Tectona Grandis L.) merupakan bahan baku alternatif untuk industri perkayuan di Indonesia. Jati memiliki kualitas kayu yang baik serta digunakan secara luas . Jati Emas dikembangkan secara kutlur jaringan. Jati Emas dapat tumbuh baik pada ketinggian 30-750 m dpl, curah hujan 1.250 - 2.500 mmm/th, dan 3-4 bulan kering.
  Karet
IRR 39 DAN 42
Klon-klon karet seri IRR 39, dan 42 merupakan klon yang mempunyai pertumbuhan yang cepat dan mempotensi baik hasil baik dari segi lateks maupun kayunya, sehingga sudah memungkinkan untuk dikembangkan dalam pertanaman.  Klon IRR 39 dan IRR 42 merupakan hasil persilangan tahun 1967 yang dilakukan di Bogor oleh Balai Penelitian Bogor. Seleksi tanaman semaian dilakukan di Kebun Percobaan Ciomas Bogor. Registrasi lama klon ini adalah TMS (Tjiomas) dengan seri 5000. Dari hasil pengujian pendahuluan tersebut, genotipe yang terpilih kemudian dinamakan dengan klon seri RM. Pengujian di Kebun Percobaan Sembawa dilakukan sejak tahun tanam 1973/1974.
KLON KARET IRR 5
Klon IRR 5 merupakan klon primer yang diseleksi dari pohon induk (ortet) yang berasal dari semaian PBIG tahun tanam 1977. Sejumlah ortet terpilih diuji pendahuluan di kebun percobaan Sungei Putih pada tahun tanam 1982 denganjarak tanam 2 x 2 m. Evaluasi dilakukan selama 8 tahun meliputi potensi produksi karet kering, pertumbuhan dan berbagai karakteristik sekunder. Sejak tahun 1992 genotipe terbaik dari pengujian pendahuluan, diregistrasi dengan nomor SP 1 – 20 dan dilanjutkan dengan pengujian lanjutan di tiga lokasi yaitu kebun SUngei Putih, Sei Baleh dan Bukit Lawang (Aidi Daslin, 1990). Percobaan pada pengujian lanjutan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Ukuran plot 5 baris x 10 pohon (50 pohon) dengan jarak tanam 6 x 4 m. Evaluasi pada tahap pengujian lanjutan minimal 10 tahun dan berdasarkan potensi hasil lateks, pertumbuhan serta cirri sekunder lainnya, telah terpilih satu klon yang memiliki potensi produksi terbaik serta mempunyai potensi biomassa kayu yang tinggi, yaitu nomor genotipe SP-5 yang selanjutnya diregistrasi dengan nama klon IRR 5.
  Kelapa
Kopyor Super
Kopyor Super adalah bibit kelapa kopyor murni yang dikembangkan dengan sistem kultur in vitro. Kelapa kopyor ini dapat menghasilkan buah kelapa yang 90% kopyor apabila dibudidayakan secara optimal. Kelapa kopyor mulai berbuha pada umur 5 tahun. Produksi buahnya rata-rata 72 butir/ph/th. Kelapa kopyor memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.
  Kelapa Sawit
DXP Yangambi
Potensi produksi TBS : 39 ton/ha/th Produksi TBS rata-rata : 25 – 28 ton/ha/th Potensi hasil (CPO) : 7,5 ton/ha/th Produksi CPO rata-rata : 5,8 – 7,3 ton/ha/th Rendemen minyak : 23 – 26% Produksi minyak inti : 0,62 ton/ha/th Kerapatan tanam : 130 pohon/ha Pertumbuhan meninggi : 0,60 – 0,75 m/th.
DXP Simalungun
Potensi produksi TBS : 33 ton/ha/th Produksi TBS rata-rata : 28,4 ton/ha/th Potensi hasil (CPO) : 7,9 ton/ha/th Potensi CPO rata-rata : 8,7 ton/ha/th Rendemen minyak : 26,5% Produksi minyak inti : 0,51 ton/ha/th Kerapatan tanam : 130 – 135 pohon/ha Pertumbuhan meninggi : 0,75 – 0,80 m/th.
DXP Bah Jambi
Potensi produksi TBS : 32 ton/ha/th Produksi TBS rata-rata : 22 – 24 ton/ha/th Potensi hasil (CPO) : 7,4 ton/ha/th Produksi CPO rata-rata : 5,7 – 6,2 ton/ha/th Rendemen minyak : 23 – 26% Produksi minyak inti : 0,62 ton/ha/th Kerapatan tanam : 130 pohon/ha Pertumbuhan meninggi : 0,65 – 0,85 m/t
DXP Dolok Sinumbah
Potensi produksi TBS : 31 ton/ha/th Produksi TBS rata-rata : 24 – 27 ton/ha/th Potensi hasil (CPO) : 7,7 ton/ha/th Produksi CPO rata-rata : 6,0 – 6,75 ton/ha/th Rendemen minyak : 23 – 25% Produksi minyak inti : 0,56 ton/ha/th Kerapatan tanam : 130 pohon/ha Pertumbuhan meninggi : 0,65 – 0,85 m/th.
DXP Lame
Potensi produksi TBS : 36 ton/ha/th Produksi TBS rata-rata : 26 – 27 ton/ha/th Potensi hasil (CPO) : 7,9 ton/ha/th Produksi CPO rata-rata : 5,9 – 7,0 ton/ha/th Rendemen minyak : 23 – 26% Produksi minyak inti : 0,60 ton/ha/th Kerapatan tanam : 143 pohon/ha Pertumbuhan meninggi : 0,55 – 0,70 m/th.
DXP Marihat
Potensi produksi TBS : 31 ton/ha/th Produksi TBS rata-rata : 24 – 25 ton/ha/th Potensi hasil (CPO) : 7,9 ton/ha/th Produksi CPO rata-rata : 6,0 – 6,3 ton/ha/th Rendemen minyak : 23 – 25% Produksi minyak inti : 0,54 ton/ha/th Kerapatan tanam : 143 pohon/ha Pertumbuhan meninggi : 0,6 – 0,7 m/th.
DXP AVROS
Potensi produksi TBS : 30 ton/ha/th Produksi TBS rata-rata : 24 – 27 ton/ha/th Potensi hasil (CPO) : 7,8 ton/ha/th Produksi CPO rata-rata : 5,5 – 7,0 ton/ha/th Rendemen minyak : 23 – 26% Produksi minyak inti : 0,54 ton/ha/th Kerapatan tanam : 130 pohon/ha Pertumbuhan meninggi : 0,6 – 0,8 m/th.
DXP SP 2
Potensi produksi TBS : 30 ton/ha/th Produksi TBS rata-rata : 24 – 27 ton/ha/th Potensi hasil (CPO) : 7,5 ton/ha/th Produksi CPO rata-rata : 6,2 – 6,8 ton/ha/th Rendemen minyak : 23 – 25% Produksi minyak inti : 0,51 ton/ha/th Kerapatan tanam : 143 pohon/ha Pertumbuhan meninggi : 0,65 – 0,85 m/th.
DXP SP 1
Potensi produksi TBS : 32 ton/ha/th Produksi TBS rata-rata : 25 – 28 ton/ha/th Potensi hasil (CPO) : 7,6 ton/ha/th Produksi CPO rata-rata : 6,5 – 7,3 ton/ha/th Rendemen minyak : 23 – 26% Produksi minyak inti : 0,49 ton/ha/th Kerapatan tanam : 143 pohon/ha Pertumbuhan meninggi : 0,40 – 0,55 m/th. DXP Yangambi Potensi produksi TBS : 39 ton/ha/th Produksi TBS rata-rata : 25 – 28 ton/ha/th Potensi hasil (CPO) : 7,5 ton/ha/th Produksi CPO rata-rata : 5,8 – 7,3 ton/ha/th Rendemen minyak : 23 – 26% Produksi minyak inti : 0,62 ton/ha/th Kerapatan tanam : 130 pohon/ha Pertumbuhan meninggi : 0,60 – 0,75 m/th.
  Kopi
KLON SA 203
SA 203 (Pedigri Coffea canephora Limburg no. 4) Merupakan hasil seleksi individual pada populasi C. canephora Limburg dengan nomor koleksi 4 yang diuji primer maupun sekunder secara berbaris di Kebun Kaliwining. Berdasarkan dua pengujian tersebut kemudian SA 203 diuji dalam skala petak secara multilokasi pada beberapa kondisi lingkungan berbeda.
KLON BP 534
Hasil seleksi individual pada populasi kopi robusta di Kebun Tugusari dengan nomor pohon induk 6, kemudian diberi nomor seleksi BP 534.
KLON BP 939
BP 939 (Pedigri Z. BP 42 X SA 1366, SA mb. 38) Merupakan salah satu keturunan hasil persilangan buatan antara SA 164 - 11 asal biji x BP 42. Benih F1 ditanam dan diuji di Kebun Sumber Asin dan terpilih pada pohon induk dengan nomor 54 (SA mb 54). Pohon induk terpilih tersebut kemudian diuji primer dan sekunder di Kebun Sumber Asin secara berbaris bersama-sama klon uji lain dan diberi nomor seleksi BP 939. Untuk mengetahui adaptabilitasnya kemudian diuji secara multilokasi pada beberapa kondisi lingkungan berbeda.
KLON BP 936
BP 936 (Pedigri Z. SA 164 – 11 x BP 42, SA mb 54) Merupakan salah satu keturunan hasil persilangan buatan antara SA 164 – 11 asal biji x BP 42. Benih F1 ditanam dan diuji di Kebun Sumber Asin dan terpilih pada pohon induk dengan nomor 54 (SA mb 54). Pohon induk terpilih tersebut kemudian diuji primer dan sekunder di Kebun Sumber Asin secara berbaris bersama-sama klon uji lain dan diberi nomor seleksi BP 936. Untuk mengetahui adaptabilitasnya kemudian diuji secara multilokasi pada beberapa kondisi lingkungan berbeda
KLON BP 920
Merupakan salah satu keturunan hasil persilangan buatan antara klon SA 24 x BP 42. Benih generasi F1 ditanam dan diuji di Kebun Sumber Asin dan terpilih pada nomor pohon induk 18 (SA mb 18). Pohon induk terpilih tersebut kemudian diuji primer di Kebun Kaliwining dan Kebun Sumber Asin, kemudian dilanjutkan diuji sekunder di Kebun Kali Bendo. Berdasarkan hasil pengujian tersebut terpilih sebagai klon harapan dengan nomor seleksi BP 920, yang kemudian diuji secara multilokasi pada beberapa tipe iklim dan ketinggian tempat berbeda.
KLON BP 436
Hasil seleksi individual pada populasi klon BP 24, yang kemudian ditanam di Kebun Dampar dan terpilih pada nomor seleksi 02. Pada pengujian tahap lanjut yang dilakukan di kebun yang sama (Dampar) terpilih kembali pada nomor seleksi 08 yang kemudian diberi nomor seleksi BP 436.
  Kopi Robusta
Andungsari 1
Varietas Andungsari 1 memiliki mutu citarasa dan fisik yang baik. Bentuk bijinya lonjong dan agak besar sehingga potensial untuk dipasarkan ke segmen spesialti. Selain itu Andungsari 1 memiliki potensi produktivitas yang tinggi (2 ton kopi pasar/ha/tahun) dan toleran terhadap penyakit karat daun.
  Pejibaye
Pejibaye
Pejibaye (Bactris gasipaes) adalah sejenis tanaman palem yang diintroduksi dari Amerika tropis dan terbukti dapat beradaptasi dengan baik dengan iklim di Indonesia. Tanaman mulai berbuah sekitar umur 3-4 tahun dengan produksi rata-rata 15-20 ton/ha/th pada jarak tanam 6 x 5 m. Buah dapat dipanen setiap bulan. Daging buah berasa lezat, kandungan karbohidrat 35%, protein 5-6%, lemak 6-7%, dan b-katoten yang sangat tinggi 500-700 meg. Umbut dapat dipanen lebih awal dari batang muda dan berasa manis karena kandungan gula yang tinggi.
  Pisang
Pisang
Pisang unggul hasil kultur jaringan yang potensi produksinya sangat tinggi. Bibit pisang hasil kultur jaringan yang tersedia antara lain adalah Barangan Merah, Barangan Kuning, Amboin Kuning, Raja Bulu, Raja Sere, Uli, Kepok, Tanduk, dan Abaca.
  Sagu
Sagostrar
Sagostar adalah tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) unggul hasil pengembangan secara in vitro. Sagostar dapat berproduksi rata-rata 300 kg pati basah per pohon. Sagu merupakan sumber pangan bagi sebagian penduduk Indonesia (Maluku dan Papua). Memiliki kandungan karbohidrat tinggi. Selain itu sagu juga digunakan sebagai bahan baku industri sirop, fuktose, etanol, perekat kayu, kertas, dan tekstil, pakan tenak berprotein tinggi, bioplastik, berbagai asam organik, dll.
  Tebu
PS 86-10029
Cocok untuk lahan sawah maupun tegal dengan tipe kemasakan lambat, diameter batang sedang dan kerapatan batang sedang. Kisaran produksi tebu di lahan sawah: 389-1332 kuintal/hektar dengan kisaran rendemen: 8,65-12,85%. Sedang-kan kisaran produksi tebu di lahan tegal: 260-1794 kuintal/hektar dengan kisaran rendemen: 5,92-12,89%.
PS 861
Cocok untuk lahan sawah maupun tegal, dengan tipe kemasakan tengah, diameter batang sedang, kerapatan batang sedang. Kisaran produksi tebu di lahan sawah: 638-1425 kuintal/hektar dengan kisaran rendemen: 7,65-9,37%. Sedangkan kisar-an produksi tebu di lahan tegal: 282-1424 kuin-tal/hektar dengan kisaran rendemen: 6,77-11,54%.
PS 863
Cocok untuk lahan sawah maupun tegal dengan tipe kemasakan lambat, diameter batang sedang dan kerapatan batang sedang. Kisaran produksi tebu di lahan sawah: 389-1332 kuintal/hektar dengan kisaran rendemen: 8,65-12,85%. Sedang-kan kisaran produksi tebu di lahan tegal: 260-1794 kuintal/hektar dengan kisaran rendemen: 5,92-12,89%.
PS 92-3092
Dari hasil uji adaptasi di beberapa PG selama 4 tahun, ternyata PS 92-3092 menunjukkan daya adaptasi yang cukup baik terhadap lahan sawah yang berdrainase kurang baik. Dari sebanyak 16 percobaan adaptasi di lahan sawah, 14 di antaranya memiliki nisbah hasil hablur lebih tinggi di banding varietas komersial yang saat ini ditanam (M 442-51, PS 80-1424, PS 80-442, PS 82-1321, dan PS 851). Potensi hasil tebu yang pernah dicapai dalam pengujian sebesar 1508 ku per-ha, rendemen 9,88 di lahan sawah wilayah Delta Brantas yang memiliki jenis tanah aluvial. Tidak berbunga, memiliki sifat kemasakan yang tergolong awal sampai tengahan, pertumbuhan tegak, dengan kadar sabut sekitar 16 %.
PS 95-792
Hasil persilangan antara BR 913 dengan PS 60 pada tahun 1995. Sifat perkecambahan dan pertunasannya sedang, namun pertumbuhan memanjangnya cepat dengan demikian diperlukan ketepatan waktu gulud akhir agar tanaman tidak mudah roboh. Pelepah tua mudah diklentek, tidak berbunga dan sifat kemasakannya tergolong lambat sehingga cocok untuk ditebang pada periode akhir giling dan tidak dianjurkan untuk ditebang pada awal musim giling. Potensi tebu yang pernah dihasilkan sebesar 1.913 kuintal per-ha dengan rendemen 11,08 pada periode akhir giling sehingga mampu menghasilkan hablur gula sebesar 225,7 kuintal per-ha. Kadar sabut yang dimiliki sekitar 16 %.
PS 862
Cocok untuk lahan sawah maupun tegal dengan tipe kemasakan tengah, diameter batang sedang dan kerapatan batang sedang. Kisaran produksi tebu di lahan sawah: 1027-1505 kuintal/hektar dengan kisaran rendemen: 6,22-12,01%. Sedang-kan kisaran produksi tebu di lahan tegal: 563-1003 kuintal/hektar dengan kisaran rendemen: 6,00-11,32%.
PS 851
Cocok untuk lahan sawah dan tegal dengan tipe kemasakan tengah, diameter batang sedang dan kerapatan batang sedang. Kisaran produksi tebu di lahan sawah: 672-1676 kuintal/hektar dengan kisaran rendemen: 6,03-11,74%. Sedangkan kisaran produksi tebu di lahan tegal: 239-1414 kuintal/ hektar dengan kisaran rendemen: 6,67-10,74%
  Teh
GMB 9
GMB 10
GMB 11
GMB 6
GMB 8
GMB 7
  Fertilizer
BioSP
BioSp adalah pupuk superfosfat yang dibuat dengan menggunakan teknologi hayati. Teknologi ini menggurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya yang tidak ramah lingkungan. Teknologi ini juga lebih murah daripada menggunakan teknologi mekanokimia konvensional. BioSP memiliki reaktivitas tinggi yang dapat mencukupi kebutuhan tanaman. BioSP dapat digunakan untuk semua jenis tanaman dan aplikasi pupuk superfosfat lain.
  Produk Hayati
NirAma
NirAma adalah bioinsektisida dengan Paecilomyces fumosorseus sebagai bahan aktif. Digunakan untuk mengendalikan hama tanaman seperti Helopeltis antonii, ulat api, Ectropis bhurmitra, Antitrygodes divisaria, Huposidra talaca, Metanastria hyrta, Homona coffearia, Poicilocorys sp, Spodoptera litura, dan Meloidogyne sp.
HAMAGO
Hamago adalah formula pengusir serangga pengganggu tanaman yang mengandung bahan aktif alami (non sintetik) serta perekat alami agar bahan aktif tersebut tidak mudah tercuci air hujan
Greemi-G
Greemi-G (Green Microbe) adalah formula yang mengandung dua jenis mikroba hijau yang dapat mengendalikan beberapa jenis penyakit tanaman perkebunan, yang penularaanya terjadi melalui tanah termasuk Ganoderma pada kelapa sawit, JAP pada karet, dan phytoptora pada kakap
Emas
Emas adalah pupuk hayati (biofertilizer) berbahan aktif bakteri penambatN-bebas tanpa bersimbiosis, mikroba pelarut fosfat, pelarut kalium, dan pemantap agregat. Emas dapat digunakan untuk semua jenis tanaman dan cocok dengan kondisi agroklimat di Indonesia.
OrgaDec
OrgaDec (Organic Decomposer) merupakan bioaktivator pengomposan dengan bahan aktif mikroba asli Indonesia yang memiliki kemampuan menghancurkan bahan organik mentah dalam waktu relatif singkat dan bersifat antagonis terhadap beberapa penyakit akar
RhiPhosan
RhiPhosant mengandun inokulan Bradyrhizobium dan Aeromonas yang berfungsi meningkatkan efektivitas penambatan Nitrogen (N) dari udara dan pelarutan senyawa fosfat sukar larut di dalam tanah.
  Karet
Triko SP Plus
Triko SP Plus adalah biofungisida yang berbahan aktif Trichoderma koningii dan Trichoderma viride yang sangat efektif untuk pengendalian Jamur Akar Putih (JAP) pada tanaman karet.
  Tebu dan Sengon
BioMeteor
BioMeteor adalah bioinsektisida berbahan aktif jamur Metharhizium anisopliae. Sangat efektif untuk pengendalian hama tanaman dalam tanah seperti hama boktor tebu (Dorysthenes sp.) dan boktor sengon (Xyxtrocera festiva) serta hama tanaman lainnya.
  Produk Jadi
  Karet
Sabutret
Berbagai jenis produk telah dapat dibuat dari serat sabut kelapa berkaret (sebutret = rubberised coirs ), antara lain barang cetakan, sit panjang, serat keriting berkaret, dan barang komposit dari campuran lateks busa dengan serat. Serat keriting berkaret mempunyai banyak keunggulan antara lain kekenyalan dan elastisitas yang baik, cocok untuk bahan pengisi jok dan berharga relatif lebih murah dari karet busa. Penggunaannya terutama untuk jok kursi, mobil dan pesawat terbang serta keperluan rumah tangga. Serat berkaret ini dapat juga digunakan sebagai bahan penyerap getaran.
Seismic Bearing
Penggunaaan Bantalan karet alam untuk melindungi bangunan terhadap gempa bumi, yang dikenal sebagi base isolation tampaknya akan semakin luas dan berkembang dimasa mendatang. Indonesia sebagai salah satu negara yang rawan gempa diperlu teknologi pembuatan bantalan tahan gempa. Balai Penelitian Teknologi karet Bogor sebagai Balai Penelitian mempunyai teknologi pembuatan bantalan tahan gempa yang digunakan untuk rumah tinggal maupun maupun gedung bertingkat. Bantalan yang digunakan untuk melindungi gempa bumi dibuat dari kombinasi lempengan karet alam dan lempeng baja. Bantalan tersebut dipasang disetiap kolom yaitu diantara pondasi dan bangunan. Karet alam berfungsi untuk mengurangi getaran akibat gempa bumi sedangkan lempeng baja digunakan untuk menambah kekakuan bantalan karet sehingga penurunan bangunan saat bertumpu diatas bantalan karet tidak besar.