I.  PT RISET PERKEBUNAN NUSANTARA (RPN)

Jl. Salak No. 1A,  Bogor 16151, Indonesia.

Telp.  (0251) 8333382, 8333089

Fax. (0251) 8315985

E-mail: rpn@rpn.co.id; ipardboo@indo.net.id

Website: rpn.co.id

 

PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), yang merupakan transformasi dari Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), lahir dari sebuah perjalanan panjang status lembaga riset perkebunan di Indonesia. PT RPN adalah sebuah perusahan riset dan pengembangan anak perusahaan BUMN Perkebunan (PTP Nusantara I s/d XIV dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)). Walaupun dengan status perseroan, PT RPN tetap memberikan pelayanan jasa teknologi dan produk perkebunan, untuk kemajuan agribisnis perkebunan Indonesia, baik yang dikelola perkebunan rakyat maupun perkebunan besar. Menteri Pertanian RI melalui surat No 199/TU.210/M/9/2009 mendukung perubahan status LRPI menjadi PT RPN dengan tetap menjalankan tugas dan fungsi sesuai mandat yang diemban LRPI yaitu melaksanakan Riset dan Pengembangan komoditas kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, kina dan tebu. PT RPN memiliki lima Unit Kerja riset dan pengembangan yang berbasiskan komoditas dan satu Unit Kerja riset dan pengembangan yang berbasiskan bioteknologi yaitu: Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS Medan), Pusat Penelitian Karet (PPK Bogor), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKI Jember), Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK Gambung), dan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI Pasuruan); serta Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI Bogor).

Dalam melaksanakan tugasnya, PT RPN didukung oleh  kurang lebih 3.000 orang karyawan.  Terdapat  70 orang doktor, 85 master dan 94 sarjana lulusan berbagai perguruan tinggi terkemuka di dalam dan luar negeri.

Sarana penunjang yang lengkap disediakan untuk menunjang kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan pelayanan jasa. Laboratorium penelitian dilengkapi dengan ber­bagai peralatan modern antara lain High Performance Liquid Chromatograph, Gas Chromato­graph, Atomic Absorption Spectrograph, Electron Microscope, RAPD dan RFLP.  Untuk pene­litian pengolahan dalam skala pilot disediakan pabrik percobaan agar diperoleh paket teknologi dan peralatan yang memberikan keuntungan ekonomis yang tinggi bagi industri perkebunan. Rumah kaca yang dilengkapi dengan peralatan otomatis dimanfaatkan untuk  simulasi pertum­buhan tanaman. Untuk melaksanakan scale-up terdapat kebun percobaan seluas lebih dari 4.700 ha yang tersebar di 27 lokasi dengan berbagai ekosistem.

Dalam melayani pengguna, PT RPN menyediakan :

1.      Jasa pelayanan teknis: studi kesesuaian lahan, studi kelayakan usaha perkebunan, rekomendasi pemupukan, pemetaan tanah detail, konsultansi pemecahan masalah usaha misalnya pengolahan, pengendalian hama penyakit, pemilihan dan pemurnian klon,  pengendalian limbah, dan sebagainya.

2.       Analisis dan pengujian teknis: pengujian tanah, jaringan tanaman, pupuk,  pengujian produk kelapa sawit, karet, teh, kina, gula tebu, kopi, kakao.  Juga melakukan pengujian mutu bahan pembantu pengolahan dan agrokimia serta kalibrasi alat dan mesin yang digunakan dalam proses produksi hasil perkebunan.

3.       Sertifikasi mutu ekspor: pengambilan contoh dan pengujian terhadap produk yang akan diekspor lengkap dengan sertifikat mutu sesuai dengan spesifikasi dan standar ekspor komoditas perkebunan.

4.       Bahan tanaman unggul: bibit dan benih unggul dari berbagai klon atau varietas yang telah diuji melalui penelitian, antara lain kelapa sawit, karet, teh, kina, tebu, kopi, dan kakao, dalam bentuk biji, bibit tanaman dalam polibeg, plantlet, entres, dan sebagainya.

5.       Bahan dan sarana produksi lainnya: untuk membantu proses produksi juga disediakan biakan mikroba, peralatan, dan bahan-bahan lainnya yaitu biofertilizer, biofungisida, NoBB, perangsang bintil akar, kompos Rhizobium, mikoriza, feromon, lalat Jatiroto, INOLA 21,  mesin pengolahan kopi dan kakao,  mesin pengolahan CPO skala mini, dan sebagainya.

 

Pusat-pusat penelitian menyediakan jenis jasa dan produk khusus yang dicantumkan pada bab II s/d VII, sedangkan beberapa jenis jasa dan produk yang dapat dilaksanakan dan disediakan oleh kelima pusat penelitian dan satu balai penelitian dalam lingkup PT RPN adalah sebagaimana tercantum di bawah ini.


1.1.     Analisis Mutu Air dan Limbah Cair

No.

Jenis analisis

1.

 

Kadar besi (Fe), tembaga (Cu), mangan (Mn), timbal (Pb), zinc (Zn), dan boron (B),  masing-masing

2.

Kadar kobalt (Co), chrom (Cr), nikel (Ni),  dan cadmium (Cd),  masing-masing

3.

Kadar silikat (Si) dan aluminium (Al),  masing-masing

4.

Kadar sodium/natrium (Na), barium (Ba), dan argentum (Ag),  masing-masing

5.

Kadar kalsium (Ca), potassium/kalium (K), dan magnesium (Mg),   masing-masing

6.

Kadar air raksa (Hg)

7.

Kadar arsen (As)

8.

Kadar timah putih / stanum (Sn) dan stibium (Sb),  masing-masing

9.

Kadar khlor (Cl2)

10.

Kadar khlorida (Cl)

11.

Sulfur/sulfat  (S/SO4)

12.

Kadar bromide (Br), iodide (I2), fluoride (F),  fosfor (P), dan fosfat (P2O5),  masing-masing

13.

Nitrogen total

14.

Nitrogen nitrat (N-N03), nitrit, kadar bikarbonat (HCO3),  dan bilangan permanganat (KMnO4),  masing-masing

15.

Nitrogen ammonia (N-NH3)

16.

Bilangan karbonat (CO3)

17.

Hidroksida  (OH)

18.

Minyak dan lemak (Oil and grease)

19.

Karbondioksida (CO2)

20.

Karbon

21.

Biochemical oxygen demand  (BOD)

22.

Chemical oxygen demand (COD)

23.

Dissolved oxygen  (DO)

24.

Kadar abu dan kadar sisa pemijaran,  masing-masing

25.

Kadar padatan terapung, padatan tersuspensi, padatan terlarut, dan padatan total sisa penguapan,  masing-masing

26.

Kesadahan

27.

pH

28.

CO2 berbahaya

29.

Alkalinitas

30.

Daya hantar listrik

31.

Volatile fatty acid (VFA)

32.

Warna (Color)

 


1.2.     Analisis Tanah

No.

Jenis analisis

1.

Analisis mekanis (hidrometer)

2.

Analisis mekanis (pipet) – Tekstur cara pipet

3.

pH (H2O)

4.

pH (KCl  1N)

5.

E.C. 25°C (Daya hantar listrik)

6.

C - Organik, N - Kjeldahl, N - NH4, dan N - NO3,   masing-masing

7.

P-Bray I, P-Bray II, P-Olsen,  dan P-asam sitrat,   masing-masing

8.

P2O5 - HCl 25 %

9.

K2O - HCl 25 %, K2O – Oksalat, CaO - HCl 25 %, dan MgO - HCl 25 %,   masing-masing

10.

K- exchangeable, Na - exchangeable, Ca- exchangeable, dan   Mg – exchangeable

(NH4 – asetat 1 N pH 7,0) :

 

·         Satu jenis kation tertukar

·         Dua jenis kation tertukar

·         Tiga jenis kation tertukar

·         Empat jenis kation tertukar

11.

Cation Exchange Capacity (CEC) – Kapasitas Tukar Kation (KTK)

12.

Al - dapat ditukar dan H - dapat ditukar,   masing-masing

13.

Kadar aluminium (Al), borium (B), kobalt (Co), khlor (Cl), besi (Fe), mangan (Mn), molibdenum (Mo), nikel (Ni), timbal (Pb),  zinc (Zn), tembaga (Cu), sulfur atau sulfat (S-SO4), dan S-total,   masing²

14.

Kadar cadmium (Cd)

15.

Sisa pijar

16.

Analisis mineral pasir

17.

Berat volume (bulk density)

18.

Permeabilitas

19.

pF (pF1, pF2, pF3, pF4, pF4,2)

20.

Particle density (kerapatan partikel) dan stabilitas agregat/stabilitas partikel,   masing-masing

21.

Kebutuhan kapur cara penyangga SMP

22.

Kebutuhan kapur cara kalsium hidroksida

23.

Kadar air

25.

Populasi mikoriza

26.

Kejenuhan basa

 


1.3.     Analisis Pupuk

No.

Jenis analisis

1.

Pupuk anorganik dan organik

 

·      Satu unsur

·      Dua unsur

·      Tiga unsur

·      Tambahan per unsur berikutnya

2.

Kapasitas Tukar Kation (KTK)

3.

pH

4.

Kelarutan pupuk tablet

5.

Kehalusan

 

1.4.     Analisis Jaringan Tanaman

No.

Jenis analisis

1.

Kadar nitrogen (N), fosfor (P), potassium/kalium (K), sodium/natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), khlor/khlorida (Cl), sulfur atau sulfat (S atau SO4),  masing-masing

2.

Aluminium (Al), boron (B), besi (Fe),  mangan (Mn), tembaga (Cu), dan seng/zinc (Zn),  masing-masing

3.

Cadmium (Cd), cobalt (Co), dan stibium (Sb),  masing-masing

4.

Molibdenum (Mo), chrom (Cr), dan nikel (Ni),   masing-masing

5.

Timbal (Pb)

6.

Nitrat (NO3) dan silikat (SiO2),    masing-masing

7.

Merkuri (Hg)

8.

Arsen  (As)

9.

Timah Putih/stanum (Sn)

10.

Khlorofil

11.

Karbon (C)

 


1.5.     Analisis Agrokimia (Kandungan Bahan Aktif)

No.

Jenis analisis

1.

Residu solven, toluen, alkohol  masing-masing

2.

Residu organoklorin (DDT, Endosulfan, Lindan, Propargit)

3.

Residu organofosfat (Bromofost, Klorpirifos, Fenitrotion, Metidation, Glyphosat)

4.

Residu piretroid (Siflunothrin, Bufrofezin, Sipermetrin, Fenpropatrin)

5.

Residu karbamat

6.

Residu bahan aktif pestisida golongan Triazal (Flusilazal)

7.

Bahan aktif formulasi pestisida

*) Analisis lebih dari 5 unsur dikenakan biaya analisis dua kali tarif.

1.6.     Pelayanan Jasa Teknis

Pelayanan jasa teknis yang dapat diberikan meliputi jasa konsultansi, inspection service, pelatihan, pemetaan tanah detail, studi kesesuaian lahan, studi kelayakan, rekomendasi pemupukan, bantuan teknis, uji efikasi, dan teknologi pengendalian limbah pabrik.

1.6.1.  Jasa konsultansi, inspection service, bantuan teknis, dan pelatihan.

Pelayanan jasa konsultansi, Inspection service, bantuan teknis, dan pelatihan kepada pengguna dilaksanakan oleh staf ahli yang berpengalaman. Konsultansi tersebut meliputi penyelesaian masalah budidaya tanaman, pengolahan hasil kebun, manajemen usaha, dan pengelolaan limbah.  Untuk kegiatan pelayanan tersebut,  pengguna dibebani biaya sebagai berikut:

(a)           berdasarkan tarif per man-day efektif, diterapkan untuk berbagai kegiatan yang memerlukan waktu penyelesaian yang lama, yakni lebih dari satu minggu.

(b)           berdasarkan tarif man-hour efektif, tergantung pada jenis kegiatan dan tingkat kesulitan yang dihadapi serta bersifat jangka pendek, yakni yang penyelesaiannya kurang dari satu minggu.

 

Tarif yang dikenakan sudah meliputi biaya penggantian hari kerja dan jasa puslit, serta berlaku baik untuk kegiatan yang bersifat insidental maupun kegiatan yang dilakukan dalam waktu relatif panjang berdasarkan kontrak.

Jumlah man-day yang dibebankan kepada pengguna dihitung berdasarkan jumlah waktu yang benar-benar efektif yang dihabiskan untuk penyelesaian tugas, mulai dari persiapan sampai dengan penyusunan laporan. Selain itu, semua biaya yang timbul karena adanya kegiatan tersebut menjadi beban pengguna. Biaya tersebut meliputi : biaya transpor, lumpsum dinas luar, biaya bahan, upah, biaya pengumpulan dan analisis data, biaya analisis laboratorium, dan biaya penyiapan laporan (ketik, penggandaan, dll), pajak, serta biaya-biaya lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.

1.6.2.  Studi kesesuaian lahan.

Pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kontrak kerja. Studi ini menghasilkan rekomendasi apakah suatu lahan cocok dengan komoditas yang diusulkan oleh pengguna, baik dengan atau tanpa peta tanah semi-detail berskala 1:25.000 hingga 1:50.000. Kegiatan studinya mirip pemetaan tanah detail hanya pengamatan lapangan dan/atau pengambilan contoh tanahnya tidak seintensif pemetaan tanah detail. Tarifnya sangat ditentukan oleh kondisi lahan (landai, bergelombang, bekas kebun, bebas hutan dll.). Biaya-biaya transpor pulang-pergi dari tempat kedudukan ke lokasi, transpor lokal, akomodasi dan konsumsi surveyor selama bertugas, serta upah tenaga setempat, menjadi tanggungan pengguna. Jika data pendukung lapangan untuk membuat interpretasi tidak mencukupi, maka perlu ada tambahan biaya khusus untuk keperluan melengkapi data tersebut.

1.6.3.  Pemetaan tanah detail.

Pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kontrak kerja. Hasil kerja berupa peta berskala 1:10.000 atau lebih besar, intepretasi peta tanah, peluang pemanfaatan  tanah, serta rekomendasi pengelolaan tanah menurut karakter khas tanahnya. Biayanya ditetapkan berdasarkan kondisi lahan (bekas kebun atau bekas hutan). Biaya-biaya transpor pulang-pergi dari tempat kedudukan ke lokasi, transpor lokal, akomodasi, dan konsumsi surveyor selama bertugas, serta upah tenaga setempat, menjadi tanggungan pengguna.

 

No.

Jenis pekerjaan

1.

Studi kesesuaian lahan

2.

Pemetaan tanah detail

 

 

 

 

1.6.4.  Studi kelayakan kebun.

Kegiatan studi kelayakan kebun ini bertujuan untuk memperoleh kepastian kelayakan pembangunan kebun di areal yang telah dicadangkan baik ditinjau dari aspek teknis (dalam pengertian agronomis, kesesuaian lahan, tata ruang, penentuan lokasi pabrik, maupun ekonomis finansialnya).  Biaya operasional yang meliputi: biaya analisis laboratorium, transport pulang-pergi dari tempat kedudu­kan ke lokasi, transport lokal, serta akomodasi dan konsumsi surveyor selama bertugas, serta upah tenaga setempat menjadi tanggungan pengguna. Minimum kontrak adalah sebesar Rp. 7.500.000,- di luar biaya operasional.

1.6.5   Rekomendasi pemupukan.

Tarif rekomendasi pemupukan ditetapkan per hektar dan biaya rekomendasi ditetapkan atas dasar luas areal yang direkomendasikan. Tarif tersebut tidak termasuk biaya operasional. Biaya operasional berupa biaya analisis laboratorium, transportasi, akomodasi, dan konsumsi petugas, serta upah tenaga lapangan menjadi beban pengguna.  Perhitungan tarif dilakukan secara regresif mengikuti klasifikasi luasan areal.  Tarif ini berlaku umum untuk semua jenis komoditas perkebunan dan semua kelompok pengguna jasa.

 

No.

Luas areal (ha)

Studi kelayakan

Rekomendasi pemupukan

1.

 

500

 

 

2.

501

-

1.000

 

 

3.

1.001

-

3.000

 

 

4.

3.001

-

6.000

 

 

5.

6.001

-

10.000

 

 

6.

10.001

-

20.000

 

 

7.

20.001

-

30.000

 

 

8.

30.001

-

40.000

 

 

9.

40.001

-

50.000

 

 

10.

 

50.000

 

 

 


1.6.6   Uji efikasi

Uji efikasi berbagai produk baru (pupuk, herbisida, insektisida, fungisida, nematisida), tarifnya disesuaikan dengan kasus dan ditetapkan berdasarkan kontrak.

1.7.     Produk Lainnya

Selain bahan tanaman mandat pusat penelitian, juga disediakan berbagai bahan tanaman unggulan dan jati untuk keperluan hutan industri maupun lainnya.  Bibit tanaman jati ini disiapkan melalui teknologi kultur jaringan dan dapat disediakan oleh semua unit kerja lingkup LRPI.  Berbagai produk atau bahan tanaman unggulan yang dapat disediakan adalah sebagai berikut:

No.

Macam Bahan / Tanaman Unggulan

1.

 Bibit Jati Kultur Jaringan  

2.

 Planlet Jati

3.

 Bibit pisang siap tanam:  

(Pisang Abaca, Pisang Ambon Kuning, Pisang Cavendish, Pisang Barangan, Pisang Kepok, pisang Raja, Pisang Susu,  Pisang Agung/Tanduk )

4.

 Planlet Pasca Aklimatisasi:

(Pisang Abaca, Pisang Ambon Kuning, Pisang Cavendish, Pisang Barangan, Pisang Kepok, pisang Raja, Pisang Susu,  Pisang Agung/Tanduk )

1.8.     Publikasi

Setiap pusat dan balai penelitian dilengkapi dengan perpustakaan yang menyediakan berbagai informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, baik hasil penelitian para peneliti lingkup PT RPN maupun terbitan dari institusi lain dalam bentuk majalah, jurnal, buku, monografi, dokumentasi foto, dan produk audiovisual lainnya.  Perpustakaan terbuka untuk umum dengan membawa surat pengantar dari instansi atau perguruan tinggi.

Hasil-hasil penelitian secara berkala dipublikasikan dalam bentuk ilmiah yaitu Jurnal Penelitian dan dalam bentuk semi populer yaitu Warta Pusat Penelitian masing-masing tiga kali setahun.  Pedoman teknis diterbitkan dalam bentuk buku, booklet, atau leaflet.  Setiap selesai mengadakan pertemuan ilmiah, pusat penelitian menerbitkan prosiding atau kumpulan makalah, beberapa diantaranya ditulis dalam bahasa Inggris.

1.9.     Pelatihan

Untuk meningkatkan kemampuan teknis sumberdaya manusia, semua pusat dan balai penelitian dapat memberikan pelatihan sebagaimana dijelaskan pada bab II s/d VII dan jenis pelatihan khusus yang belum dicantumkan dapat diberikan atas permintaan pengguna.