| |
Kelapa kopyor merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan dicirikan dengan daging buah yang bertekstur gembur serta rasa yang gurih. Selama ini kelapa kopyor merupakan buah langka karena hanya dihasilkan oleh pohon yang memiliki gen atau pembawa sifat kopyor saja. Pembiakan kelapa kopyor melalui pengecambahan bijinya tidak mungkin tercapai, karena daging buah yang merupakan cadangan makanan tidak dapat mendukung pertumbuhan embrionya. Teknik kultur embrio memungkinkan dirakitnya bibit kelapa kopyor melalui pengkulturan embrionya secara in vitro dan bertahap pada media buatan. Teknologi perakitan bibit kopyor secara komersial telah
berhasil dikembangkan oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) dan diberi hak paten oleh Ditjen Hak Cipta, Paten dan Merek pada tahun 1997.
Kelapa kopyor merupakan komoditas andalan yang sampai saat ini belum diusahakan dalam skala perkebunan, karena itu peluang untuk memenuhi pangsa buah kopyor sangat besar. Bibit kelapa kopyor yang dirakit dengan teknologi kultur embrio berdaya hasil minimal 90% kopyor asalkan ditanam pada areal yang terisolasi dengan radius 600 m dari pertanaman kelapa biasa. Tanaman kelapa kopyor mulai berbuah setelah berumur 5 tahun di lapangan dengan ketinggian < 200 m dpl. Produksi buah rata-rata 72 butir /pohon/thn.
|
Mengingat permintaan terhadap buah kelapa kopyor yang cukup tinggi belum terpenuhi, terutama di kota-kota besar, maka peluang untuk meraih pangsa pasar masih terbuka lebar. Investasi pembangunan kebun kopyor berskala 1-10 Ha mempunyai prospek yang cerah dibandingkan dengan pengusahaan komoditas perkebunan yang lain. Untuk tujuan tersebut, BPBPI menawarkan kerjasama dengan calon-calon pekebunan kopyor melalui penyediaan bibit Kopyor Super serta konsultasi teknis dalam pembangunan kebunnya. |