PRODUK HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

 


 

Pejibaye, Palem Sumber Pangan Bergizi Tinggi

 

Pejibaye (Bactris gasipaes) adalah sejenis palem berbentuk indah yang diintroduksi dari Amerika tropis pada tahun 1986 dan terbukti dapat beradaptasi dengan baik di daerah Bogor. Tanaman tumbuh optimal di lahan berdrainase baik pada ketinggian 0-800 m dpl dengan curah hujan 2000-6000 mm/th. Tanaman mulai berbuah setelah berumur 3-4 tahun dengan produksi 15-20 ton/ha/th pada jarak tanam 6 m x 5 m. Buah dapat dipanen setiap bulan. Batang muda bisa ditebang dan diambil umbutnya sebagai sayuran. Jarak tanam untuk produksi umbut adalah 1.5 m x 1.5 m. Penanaman komersial skala luas di Indonesia masih belum ada, tapi dari potensi produksi buah dan umbutnya, tanaman ini sangat prospektif untuk dibudidayakan.

 

 

   
   
 
Kegunaan

Daging buah (mesokarp) berwarna jingga merupakan sumber berlimpah vitamin A. Buah dapat direbus atau digoreng, rasanya gurih seperti ketela pohon dan beraroma harum. Umbut (palmito) digunakan sebagai sayuran, salad dan lalapan dengan rasa mirip asparagus. Di Brasil dan Kosta Rika, palmito dikalengkan dan diekspor ke berbagainegara.

 

Keunggulan

Daging buah pejibaye bergizi tinggi dengan kandungan karbohidrat 35%, protein 5-6%, lemak 6-7% clan (3-karoten yang sangat tinggi 500-700 meg. Umbut dapat dipanen lebih awal dari batang muda umur 1 tahun atau dari anakan. Umbut berasa manis karena kandungan gulanya yang tinggi. Pejibaye dapat ditanam sebagai tanaman hias di pinggir jalan, pekarangan atau batas kebun sekaligus sebagai suplemen bahan pangan bergizi tinggi.

 

Kunjungan ke-1875,
Sejak: Agustus 2004