PRODUK HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

 


 

Pisang

 

Pisang merupakan tanaman yang banyak ditanam baik sebagai komoditi komersial maupun komoditi rumah tangga untuk dikonsumsi sendiri. Kendala dalam penyediaan bibit dalam skala komersial adalah ketersediaan bibit unggul klonal yang seragam, dalam jumlah banyak, dan dapat tersedia dalam waktu yang relatif singkat. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia mampu mengatasi masalah tersebut melalui teknologi kultur jaringan yang merupakan suatu teknik perbanyakan klonal dalam kondisi aseptik secara cepat. Bibit pisang hasil kultur jaringan yang tersedia antara lain Barangan Merah, Barangan Kuning, Ambon Kuning, Raja Bulu, Raja Sere, Uli, Kepok, Tanduk dan bibit pisang Abaca jenis Tangongan.

 
 
 
 
Kegunaan

Buah pisang merupakan sumber vitamin dan gizi. Buah matang dapat dikonsumsi langsung atau diolah/dimasak dalam bentuk kering maupun basah dan capat disimpan dalam waktu yang lama, seperti olahan keripik, selai, dll. Pisang abaca jenis Tangongan penghasil serat dengan rendemen serat 1,75%. Seratnya panjang, kuat, dan tahan air garam sehingga sangat baik untuk tali kapal laut, bahan baku kertas uang, kertas dokumen, kertas cheque, kertas plaster dan kantong teh.

 

Keunggulan

Bibit pisang hasil kultur jaringan memiliki keunggulan antara lain:

  • Penyediaan bibit dapat diprogram sesuai dengan jadwal kebutuhan dan jumlah yang diperlukan pekebun
  • Sifat unggul tanaman induk tetap dimiliki oleh tanaman hasil perbanyakan dengan kultur jaringan
  • Bibit dalam keadaan bebas hama dan penyakit karena diperbanyak dalam keadaan aseptik dari tanaman yang sehat
  • Tingkat keseragaman bahan tanaman yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan kebun
 

Kunjungan ke-3258,
Sejak: Agustus 2004