I. LEMBAGA RISET PERKEBUNAN INDONESIA (LRPI)
Jl. Salak No. 1A, Bogor 16151, Indonesia.
Telp. (0251) 8333382, 8333087, 8333088, 8333089
Fax. (0251)-8315985
E-mail: ipardboo@indo.net.id; lrpi@telkom.net
Website: www.ipard.com
Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) merupakan Lembaga yang didirikan oleh Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (APPI) yang beranggotakan PT Perkebunan Nusantara I s/d XIV dan PT Rajawali Nusantara Indonesia. Mandat Lembaga ini adalah melakukan penelitian sebagai upaya menghasilkan inovasi untuk meningkatkan kinerja industri perkebunan. Institusi penelitian yang sekarang dikelola oleh LRPI berasal dari institusi penelitian yang didirikan sejak masa pemerintahan Belanda, yang dibangun oleh pemerintah Indonesia, dan yang didirikan oleh BUMN Perkebunan sejak tahun 1886 sampai 1981. Pada tanggal 1 Februari 1996 telah dilakukan reorganisasi institusi penelitian menjadi enam unit kerja.
Pelayanan jasa dan penyediaan produk dilaksanakan oleh lima pusat penelitian dan satu balai penelitian yaitu :
1. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember, Jawa Timur
2. Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) di Pasuruan, Jawa Timur
3. Pusat Penelitian Teh dan Kina di Gambung, Jawa barat
4. Pusat Penelitian Karet di Tanjung Morawa, Sumatera Utara yang memiliki empat balai yaitu Balai Penelitian Sungei Putih, Balai Penelitian Sembawa, Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor, dan Balai Penelitian Getas
5. Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Medan
6. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan di Bogor.
Dua tugas pokok LRPI adalah : 1) mengelola kegiatan inovasi melalui penelitian, dan pengembangan untuk komoditas perkebunan yaitu kelapa sawit, karet, teh, kina, tebu, kopi, dan kakao serta 2) memberikan pelayanan jasa IPTEK kepada para stakeholder-nya, guna memperoleh dan menyebarkan paket teknologi dan konsepsi yang baru yang berguna bagi pengembangan dan pembangunan industri perkebunan di Indonesia, sehingga tetap bertahan dan lestari pada persaingan global.
Dalam melaksanakan tugasnya, LRPI didukung oleh 3.172 orang karyawan. Terdapat 62 orang doktor, 101 master dan 267 sarjana lulusan berbagai perguruan tinggi terkemuka di dalam dan luar negeri yang merupakan andalan LRPI dalam melaksanakan tugasnya.
Sarana penunjang yang lengkap disediakan untuk menunjang kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan pelayanan jasa. Laboratorium penelitian dilengkapi dengan berbagai peralatan modern antara lain High Performance Liquid Chromatograph, Gas Chromatograph, Atomic Absorption Spectrograph, Electron Microscope, RAPD dan RFLP. Untuk penelitian pengolahan dalam skala pilot disediakan pabrik percobaan agar diperoleh paket teknologi dan peralatan yang memberikan keuntungan ekonomis yang tinggi bagi industri perkebunan. Rumah kaca yang dilengkapi dengan peralatan otomatis dimanfaatkan untuk simulasi pertumbuhan tanaman. Untuk melaksanakan scale-up terdapat kebun percobaan seluas lebih dari 4.700 ha yang tersebar di 27 lokasi dengan berbagai ekosistem.
Dalam melayani pengguna, LRPI menyediakan :
1. Jasa pelayanan teknis: studi kesesuaian lahan, studi kelayakan usaha perkebunan, rekomendasi pemupukan, pemetaan tanah detail, konsultansi pemecahan masalah usaha misalnya pengolahan, pengendalian hama penyakit, pemilihan dan pemurnian klon, pengendalian limbah, dan sebagainya.
2. Analisis dan pengujian teknis: pengujian tanah, jaringan tanaman, pupuk, pengujian produk kelapa sawit, karet, teh, kina, gula tebu, kopi, kakao. Juga melakukan pengujian mutu bahan pembantu pengolahan dan agrokimia serta kalibrasi alat dan mesin yang digunakan dalam proses produksi hasil perkebunan.
3. Sertifikasi mutu ekspor: pengambilan contoh dan pengujian terhadap produk yang akan diekspor lengkap dengan sertifikat mutu sesuai dengan spesifikasi dan standar ekspor komoditas perkebunan.
4. Bahan tanaman unggul: bibit dan benih unggul dari berbagai klon atau varietas yang telah diuji melalui penelitian, antara lain kelapa sawit, karet, teh, kina, tebu, kopi, dan kakao, dalam bentuk biji, bibit tanaman dalam polibeg, plantlet, entres, dan sebagainya.
5. Bahan dan sarana produksi lainnya: untuk membantu proses produksi juga disediakan biakan mikroba, peralatan, dan bahan-bahan lainnya yaitu biofertilizer, biofungisida, NoBB, perangsang bintil akar, kompos Rhizobium, mikoriza, feromon, lalat Jatiroto, INOLA 21, mesin pengolahan kopi dan kakao, mesin pengolahan CPO skala mini, dan sebagainya.
Pusat-pusat penelitian menyediakan jenis jasa dan produk khusus yang dicantumkan pada bab II s/d VII, sedangkan beberapa jenis jasa dan produk yang dapat dilaksanakan dan disediakan oleh kelima pusat penelitian dan satu balai penelitian dalam lingkup LRPI adalah sebagaimana tercantum di bawah ini.
1.1. Analisis Mutu Air dan Limbah Cair
|
No. |
Jenis analisis |
Tarif analisis (Rp / contoh) |
|
1.
|
Kadar besi (Fe), tembaga (Cu), mangan (Mn), timbal (Pb), zinc (Zn), dan boron (B), masing-masing |
74.000 |
|
2. |
Kadar kobalt (Co), chrom (Cr), nikel (Ni), dan cadmium (Cd), masing-masing |
83.000 |
|
3. |
Kadar silikat (Si) dan aluminium (Al), masing-masing |
58.000 |
|
4. |
Kadar sodium/natrium (Na), barium (Ba), dan argentum (Ag), masing-masing |
71.000 |
|
5. |
Kadar kalsium (Ca), potassium/kalium (K), dan magnesium (Mg), masing-masing |
76.000 |
|
6. |
Kadar air raksa (Hg) |
178.000 |
|
7. |
Kadar arsen (As) |
102.000 |
|
8. |
Kadar timah putih / stanum (Sn) dan stibium (Sb), masing-masing |
76.000 |
|
9. |
Kadar khlor (Cl2) |
56.000 |
|
10. |
Kadar khlorida (Cl) |
43.000 |
|
11. |
Sulfur/sulfat (S/SO4) |
51.000 |
|
12. |
Kadar bromide (Br), iodide (I2), fluoride (F), fosfor (P), dan fosfat (P2O5), masing-masing |
54.000 |
|
13. |
Nitrogen total |
58.000 |
|
14. |
Nitrogen nitrat (N-N03), nitrit, kadar bikarbonat (HCO3), dan bilangan permanganat (KMnO4), masing-masing |
51.000 |
|
15. |
Nitrogen ammonia (N-NH3) |
28.000 |
|
16. |
Bilangan karbonat (CO3) |
28.000 |
|
17. |
Hidroksida (OH) |
38.000 |
|
18. |
Minyak dan lemak (Oil and grease) |
58.000 |
|
19. |
Karbondioksida (CO2) |
30.000 |
|
20. |
Karbon |
33.000 |
|
21. |
Biochemical oxygen demand (BOD) |
96.000 |
|
22. |
Chemical oxygen demand (COD) |
127.000 |
|
23. |
Dissolved oxygen (DO) |
51.000 |
|
24. |
Kadar abu dan kadar sisa pemijaran, masing-masing |
45.000 |
|
25. |
Kadar padatan terapung, padatan tersuspensi, padatan terlarut, dan padatan total sisa penguapan, masing-masing |
35.000 |
|
26. |
Kesadahan |
44.000 |
|
27. |
pH |
44.000 |
|
28. |
CO2 berbahaya |
23.000 |
|
29. |
Alkalinitas |
33.000 |
|
30. |
Daya hantar listrik |
26.000 |
|
31. |
Volatile fatty acid (VFA) |
45.000 |
|
32. |
Warna (Color) |
17.000 |
|
No. |
Jenis analisis |
Tarif analisis (Rp / contoh) |
|
1. |
Analisis mekanis (hidrometer) |
30.000 |
|
2. |
Analisis mekanis (pipet) – Tekstur cara pipet |
51.000 |
|
3. |
pH (H2O) |
23.000 |
|
4. |
pH (KCl 1N) |
26.000 |
|
5. |
E.C. 25°C (Daya hantar listrik) |
17.000 |
|
6. |
C - Organik, N - Kjeldahl, N - NH4, dan N - NO3, masing-masing |
33.000 |
|
7. |
P-Bray I, P-Bray II, P-Olsen, dan P-asam sitrat, masing-masing |
30.000 |
|
8. |
P2O5 - HCl 25 % |
36.000 |
|
9. |
K2O - HCl 25 %, K2O – Oksalat, CaO - HCl 25 %, dan MgO - HCl 25 %, masing-masing |
38.000 |
|
10. |
K- exchangeable, Na - exchangeable, Ca- exchangeable, dan Mg – exchangeable (NH4 – asetat 1 N pH 7,0) : |
|
|
|
· Satu jenis kation tertukar · Dua jenis kation tertukar · Tiga jenis kation tertukar · Empat jenis kation tertukar |
71.000 83.000 96.000 114.000 |
|
11. |
Cation Exchange Capacity (CEC) – Kapasitas Tukar Kation (KTK) |
109.000 |
|
12. |
Al - dapat ditukar dan H - dapat ditukar, masing-masing |
38.000 |
|
13. |
Kadar aluminium (Al), borium (B), kobalt (Co), khlor (Cl), besi (Fe), mangan (Mn), molibdenum (Mo), nikel (Ni), timbal (Pb), zinc (Zn), tembaga (Cu), sulfur atau sulfat (S-SO4), dan S-total, masing˛ |
64.000 |
|
14. |
Kadar cadmium (Cd) |
74.000 |
|
15. |
Sisa pijar |
35.000 |
|
16. |
Analisis mineral pasir |
76.000 |
|
17. |
Berat volume (bulk density) |
38.000 |
|
18. |
Permeabilitas |
57.000 |
|
19. |
pF (pF1, pF2, pF3, pF4, pF4,2) |
173.000 |
|
20. |
Particle density (kerapatan partikel) dan stabilitas agregat/stabilitas partikel, masing-masing |
76.000 |
|
21. |
Kebutuhan kapur cara penyangga SMP |
29.000 |
|
22. |
Kebutuhan kapur cara kalsium hidroksida |
52.000 |
|
23. |
Kadar air |
17.000 |
|
25. |
Populasi mikoriza |
46.000 |
|
26. |
Kejenuhan basa |
24.000 |
1.3. Analisis Pupuk
|
No. |
Jenis analisis |
Tarif analisis (Rp / contoh) |
|
1. |
Pupuk anorganik dan organik |
|
|
|
· Satu unsur · Dua unsur · Tiga unsur · Tambahan per unsur berikutnya |
203.000 228.000 253.000 64.000 |
|
2. |
Kapasitas Tukar Kation (KTK) |
102.000 |
|
3. |
pH |
23.000 |
|
4. |
Kelarutan pupuk tablet |
21.000 |
|
5. |
Kehalusan |
23.000 |
1.4. Analisis Jaringan Tanaman
|
No. |
Jenis analisis |
Tarif analisis (Rp / contoh) |
|
1. |
Kadar nitrogen (N), fosfor (P), potassium/kalium (K), sodium/natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), khlor/khlorida (Cl), sulfur atau sulfat (S atau SO4), masing-masing |
43.000 |
|
2. |
Aluminium (Al), boron (B), besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), dan seng/zinc (Zn), masing-masing |
57.000 |
|
3. |
Cadmium (Cd), cobalt (Co), dan stibium (Sb), masing-masing |
76.000 |
|
4. |
Molibdenum (Mo), chrom (Cr), dan nikel (Ni), masing-masing |
76.000 |
|
5. |
Timbal (Pb) |
114.000 |
|
6. |
Nitrat (NO3) dan silikat (SiO2), masing-masing |
33.000 |
|
7. |
Merkuri (Hg) |
222.000 |
|
8. |
Arsen (As) |
222.000 |
|
9. |
Timah Putih/stanum (Sn) |
134.000 |
|
10. |
Khlorofil |
140.000 |
|
11. |
Karbon (C) |
33.000 |
1.5. Analisis Agrokimia (Kandungan Bahan Aktif)
|
No. |
Jenis analisis |
Tarif analisis (Rp / contoh) |
|
1. |
Residu solven, toluen, alkohol masing-masing |
400.000 |
|
2. |
Residu organoklorin (DDT, Endosulfan, Lindan, Propargit) |
1.500.000 |
|
3. |
Residu organofosfat (Bromofost, Klorpirifos, Fenitrotion, Metidation, Glyphosat) |
1.500.000 |
|
4. |
Residu piretroid (Siflunothrin, Bufrofezin, Sipermetrin, Fenpropatrin) |
|
|
5. |
Residu karbamat |
1.500.000 |
|
6. |
Residu bahan aktif pestisida golongan Triazal (Flusilazal) |
1.500.000 |
|
7. |
Bahan aktif formulasi pestisida |
1.000.000 |
*) Analisis lebih dari 5 unsur dikenakan biaya analisis dua kali tarif.
Pelayanan jasa teknis yang dapat diberikan meliputi jasa konsultansi, inspection service, pelatihan, pemetaan tanah detail, studi kesesuaian lahan, studi kelayakan, rekomendasi pemupukan, bantuan teknis, uji efikasi, dan teknologi pengendalian limbah pabrik.
1.6.1. Jasa konsultansi, inspection service, bantuan teknis, dan pelatihan.
Pelayanan jasa konsultansi, Inspection service, bantuan teknis, dan pelatihan kepada pengguna dilaksanakan oleh staf ahli yang berpengalaman. Konsultansi tersebut meliputi penyelesaian masalah budidaya tanaman, pengolahan hasil kebun, manajemen usaha, dan pengelolaan limbah. Untuk kegiatan pelayanan tersebut, pengguna baik anggota maupun non-anggota APPI dibebani biaya sebagai berikut:
(a) berdasarkan tarif per man-day efektif masing-masing sebesar Rp 400.000,- (untuk anggota APPI) dan Rp 800.000,- (untuk non-anggota APPI). Tarif ini diterapkan untuk berbagai kegiatan yang memerlukan waktu penyelesaian yang lama, yakni lebih dari satu minggu.
(b) berdasarkan tarif man-hour efektif berkisar antara Rp 100.000,- sampai Rp 350.000,- tergantung pada jenis kegiatan dan tingkat kesulitan yang dihadapi. Tarif ini dikenakan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat jangka pendek, yakni yang penyelesaiannya kurang dari satu minggu.
Tarif yang dikenakan sudah meliputi biaya penggantian hari kerja dan jasa puslit, serta berlaku baik untuk kegiatan yang bersifat insidental maupun kegiatan yang dilakukan dalam waktu relatif panjang berdasarkan kontrak.
Jumlah man-day yang dibebankan kepada pengguna dihitung berdasarkan jumlah waktu yang benar-benar efektif yang dihabiskan untuk penyelesaian tugas, mulai dari persiapan sampai dengan penyusunan laporan. Selain itu, semua biaya yang timbul karena adanya kegiatan tersebut menjadi beban pengguna. Biaya tersebut meliputi : biaya transpor, lumpsum dinas luar, biaya bahan, upah, biaya pengumpulan dan analisis data, biaya analisis laboratorium, dan biaya penyiapan laporan (ketik, penggandaan, dll), pajak, serta biaya-biaya lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.
1.6.2. Studi kesesuaian lahan.
Pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kontrak kerja. Studi ini menghasilkan rekomendasi apakah suatu lahan cocok dengan komoditas yang diusulkan oleh pengguna, baik dengan atau tanpa peta tanah semi-detail berskala 1:25.000 hingga 1:50.000. Kegiatan studinya mirip pemetaan tanah detail hanya pengamatan lapangan dan/atau pengambilan contoh tanahnya tidak seintensif pemetaan tanah detail. Tarifnya sangat ditentukan oleh kondisi lahan (landai, bergelombang, bekas kebun, bebas hutan dll.). Biaya-biaya transpor pulang-pergi dari tempat kedudukan ke lokasi, transpor lokal, akomodasi dan konsumsi surveyor selama bertugas, serta upah tenaga setempat, menjadi tanggungan pengguna. Jika data pendukung lapangan untuk membuat interpretasi tidak mencukupi, maka perlu ada tambahan biaya khusus untuk keperluan melengkapi data tersebut.
Pelaksanaan pekerjaan berdasarkan kontrak kerja. Hasil kerja berupa peta berskala 1:10.000 atau lebih besar, intepretasi peta tanah, peluang pemanfaatan tanah, serta rekomendasi pengelolaan tanah menurut karakter khas tanahnya. Biayanya ditetapkan berdasarkan kondisi lahan (bekas kebun atau bekas hutan). Biaya-biaya transpor pulang-pergi dari tempat kedudukan ke lokasi, transpor lokal, akomodasi, dan konsumsi surveyor selama bertugas, serta upah tenaga setempat, menjadi tanggungan pengguna.
|
No. |
Jenis pekerjaan |
Tarif dasar (Rp / ha) |
|
1. |
Studi kesesuaian lahan |
7.500 |
|
2. |
Pemetaan tanah detail |
13.750 |
Kegiatan studi kelayakan kebun ini bertujuan untuk memperoleh kepastian kelayakan pembangunan kebun di areal yang telah dicadangkan baik ditinjau dari aspek teknis (dalam pengertian agronomis, kesesuaian lahan, tata ruang, penentuan lokasi pabrik, maupun ekonomis finansialnya). Biaya operasional yang meliputi: biaya analisis laboratorium, transport pulang-pergi dari tempat kedudukan ke lokasi, transport lokal, serta akomodasi dan konsumsi surveyor selama bertugas, serta upah tenaga setempat menjadi tanggungan pengguna dan di luar tarif di bawah ini. Tarif studi kelayakan kebun sesuai Tabel berikut dan norma perhitungan adalah secara regresif (500 ha pertama dengan tarif Rp 17.000,- /ha, ditambah 500 ha ke dua dengan tarif Rp 16.400,- /ha, ditambah 2.000 ha dengan tarif Rp 16.000,- /ha, dan seterusnya). Minimum kontrak adalah sebesar Rp. 7.500.000,- di luar biaya operasional.
Tarif rekomendasi pemupukan ditetapkan per hektar dan biaya rekomendasi ditetapkan atas dasar luas areal yang direkomendasikan. Tarif tersebut tidak termasuk biaya operasional. Biaya operasional berupa biaya analisis laboratorium, transportasi, akomodasi, dan konsumsi petugas, serta upah tenaga lapangan menjadi beban pengguna. Perhitungan tarif dilakukan secara regresif mengikuti klasifikasi luasan areal. Tarif ini berlaku umum untuk semua jenis komoditas perkebunan dan semua kelompok pengguna jasa.
|
No. |
Luas areal (ha) |
Tarif jasa (Rp / ha) |
|||
|
Studi kelayakan |
Rekomendasi pemupukan |
||||
|
1. |
|
< |
500 |
17.000 |
11.500 |
|
2. |
501 |
- |
1.000 |
16.400 |
10.300 |
|
3. |
1.001 |
- |
3.000 |
16.000 |
10.100 |
|
4. |
3.001 |
- |
6.000 |
10.100 |
6.100 |
|
5. |
6.001 |
- |
10.000 |
9.500 |
5.300 |
|
6. |
10.001 |
- |
20.000 |
8.700 |
4.800 |
|
7. |
20.001 |
- |
30.000 |
8.300 |
4.600 |
|
8. |
30.001 |
- |
40.000 |
8.000 |
4.500 |
|
9. |
40.001 |
- |
50.000 |
7.200 |
4.200 |
|
10. |
|
> |
50.000 |
6.600 |
3.900 |
Uji efikasi berbagai produk baru (pupuk, herbisida, insektisida, fungisida, nematisida), tarifnya disesuaikan dengan kasus dan ditetapkan berdasarkan kontrak.
Selain bahan tanaman mandat pusat penelitian, juga disediakan berbagai bahan tanaman unggulan dan jati untuk keperluan hutan industri maupun lainnya. Bibit tanaman jati ini disiapkan melalui teknologi kultur jaringan dan dapat disediakan oleh semua unit kerja lingkup LRPI. Berbagai produk atau bahan tanaman unggulan yang dapat disediakan adalah sebagai berikut:
|
No. |
Macam Bahan / Tanaman Unggulan |
Harga (Rp) |
|
|
1. |
Bibit Jati Kultur Jaringan |
10.000 |
per bibit |
|
2. |
Planlet Jati |
5.000 |
per planlet |
|
3. |
Bibit pisang siap tanam: (Pisang Abaca, Pisang Ambon Kuning, Pisang Cavendish, Pisang Barangan, Pisang Kepok, pisang Raja, Pisang Susu, Pisang Agung/Tanduk ) |
4.650
|
per polibeg
|
|
4. |
Planlet Pasca Aklimatisasi: (Pisang Abaca, Pisang Ambon Kuning, Pisang Cavendish, Pisang Barangan, Pisang Kepok, pisang Raja, Pisang Susu, Pisang Agung/Tanduk ) |
3.150
|
per planlet
|
Setiap pusat dan balai penelitian dilengkapi dengan perpustakaan yang menyediakan berbagai informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, baik hasil penelitian para peneliti lingkup LRPI maupun terbitan dari institusi lain dalam bentuk majalah, jurnal, buku, monografi, dokumentasi foto, dan produk audiovisual lainnya. Perpustakaan terbuka untuk umum dengan membawa surat pengantar dari instansi atau perguruan tinggi.
Hasil-hasil penelitian secara berkala dipublikasikan dalam bentuk ilmiah yaitu Jurnal Penelitian dan dalam bentuk semi populer yaitu Warta Pusat Penelitian masing-masing tiga kali setahun. Pedoman teknis diterbitkan dalam bentuk buku, booklet, atau leaflet. Setiap selesai mengadakan pertemuan ilmiah, pusat penelitian menerbitkan prosiding atau kumpulan makalah, beberapa diantaranya ditulis dalam bahasa Inggris.
Untuk meningkatkan kemampuan teknis sumberdaya manusia, semua pusat dan balai penelitian dapat memberikan pelatihan sebagaimana dijelaskan pada bab II s/d VII dan jenis pelatihan khusus yang belum dicantumkan dapat diberikan atas permintaan pengguna.
II. PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao mengemban mandat penelitian dan pengembangan untuk komoditas kopi dan kakao. Dalam rangka membantu keberhasilan para petani dan pengusaha perkebunan kopi dan kakao, instansi ini menyediakan berbagai produk yang terkait erat dengan budidaya dan pengolahan komoditas kopi dan kakao. Produk-produk ini memiliki kandungan teknologi yang tinggi, bermutu tinggi, dan unggul dalam potensi. Di samping itu, Puslit Kopi dan Kakao juga menyediakan berbagai jasa pelayanan keahlian, antara lain: konsultansi, bantuan teknis, inspection service, pelatihan, survei kesesuaian lahan, dan studi kelayakan usaha.
|
No. |
Macam Bahan Tanaman |
Harga (Rp) |
|
|
1. |
Kecambah kopi klonal asal Somatic Embryogenesis |
5.000 |
per kecambah |
|
2. |
a. Benih Robusta Propelegitim: (BP 42 x BP 358, BP 358 x BP 42) |
135 |
per butir |
|
|
b. Benih Arabika: (S 795, USDA 762, Andungsari 1) |
150 |
per butir |
|
3. |
Entres: a. Robusta (non BP308) b. Robusta klon BP 308 c. Arabika |
1.125 1.550 1.550 |
per ruas per ruas per ruas |
|
4. |
Stek berakar bertunas umur 3 – 4 bulan: a. Robusta anjuran non BP 308 b. Robusta klon BP 308 c. Arabika |
2.500 3.625 3.625 |
per batang per batang per batang |
|
5. |
Stek berakar bertunas umur 5 – 6 bulan: a. Robusta anjuran non BP 308 b. Robusta klon BP 308 c. Arabika |
3.500 4.625 4.625 |
per batang per batang per batang |
|
6. |
Bibit asal biji dalam polibeg: a. Robusta propelegitim b. Arabika |
3.625 3.750 |
per batang per batang |
|
7. |
Bibit asal stek dalam polibeg: a. Robusta anjuran b. Robusta klon BP 308 c. Arabika |
4.500 5.350 5.350 |
per batang per batang per batang |
|
7. |
Stek sambungan pasca aklimatisasi |
4.375 |
per batang |
|
8. |
Bibit siap tanam asal sambungan hipokotil / stek sambung |
5.950 |
per batang |
|
No. |
Macam Bahan Tanaman |
Harga (Rp) |
|
|
1. |
Kecambah kakao klonal asal Somatic Embryogenesis |
5.500 |
per kecambah |
|
2. |
Benih: a. Hibrida F1 hasil persilangan terbuka b. Hibrida F1 tahan penyakit VSD b. Hibrida F1 hasil persilangan buatan c. Untuk batang bawah asal klon DR1, DR2, DR38 |
500 750 1.500 600 |
per biji per biji per biji per biji |
|
3. |
Buah: a. Hibrida F1 hasil persilangan terbuka b. Hibrida F1 hasil persilangan buatan c. Untuk batang bawah asal klon DR1, DR2, DR38 |
8.000 24.500 9.800 |
per buah per buah per buah |
|
4. |
Entres plagiotrop yang diambil dari tanaman klonal: a. Kakao mulia b. Kakao lindak |
1.750 1.750 |
per ruas per ruas |
|
5. |
Entres plagiotrop yang diambil dari tan. klon penjenis: a. Kakao mulia b. Kakao lindak |
5.000 5.000 |
per ruas per ruas |
|
6. |
Bibit: a. Kakao lindak asal benih bina persilangan terbuka b. Kakao lindak asal benih bina persilangan buatan b. Kakao lindak mulia asal okulasi / sambungan |
3.625 4.375 6.875 |
per batang per batang per batang |
2.3. Bahan Tanaman Jarak Pagar
|
No. |
Macam Bahan Tanaman |
Harga (Rp) |
|
|
|
|
|
|
|
1. |
Bibit asal benih teridentifikasi |
1.200 |
per polibeg |
|
2. |
Bibit asal benih terseleksi |
1.500 |
per polibeg |
|
3. |
Bibit asal perbanyakan kultur jaringan |
3.000 |
per polibeg |
Keterangan: Harga tersebut di atas adalah loco Jember, belum termasuk pajak dan biaya pengiriman.
2.4. Bahan Tanaman Lainnya
|
No. |
Macam Bahan Tanaman |
Harga (Rp) |
|
|
|
|
|
|
|
1. |
Benih Lamtoro tahan kutu loncat PG 79 |
114.000 |
per kg |
|
2. |
Entres Lamtoro |
3.500 |
per meter |
|
3. |
Cangkokan Lamtoro |
5.400 |
per batang |
|
4. |
Bibit pisang siap tanam: (Pisang Abaca, Pisang Ambon Kuning, Pisang Cavendish, Pisang Barangan, Pisang Kepok, pisang Raja, Pisang Susu, Pisang Agung/Tanduk ) |
4.650
|
per polibeg
|
|
5. |
Planlet Pisang Pasca Aklimatisasi: (Pisang Abaca, Pisang Ambon Kuning, Pisang Cavendish, Pisang Barangan, Pisang Kepok, pisang Raja, Pisang Susu, Pisang Agung/Tanduk ) |
3.150
|
per planlet
|
|
6. |
Benih Tanaman Pelindung Tephrosia sp. |
15.650 |
per kg |
|
7. |
Benih Tanaman Pelindung Ramayana |
61.000 |
per kg |
|
8. |
Stek Arachis pintoi |
450 |
per stek (20cm) |
|
9. |
Bibit Vanili |
4.650 |
per polibeg |
|
10. |
Bibit Buah Naga |
17.500 |
per polibeg |
|
11. |
Bibit Beringin |
4.150 |
per polibeg |
|
No. |
Macam Bahan Tanaman |
Harga (Rp) |
|
|
|
|
|
|
|
1. |
Pupuk Majemuk Lepas Terkendali PULLET |
6.000 |
per kg |
|
2. |
Pupuk KOKA NP (17% N, 11% P2O5, 7% K2O, 6% CaO, 2% MgO, 3% S, dan 1% TE) Pupuk KOKA NK (17% N, 4% P2O5, 20% K2O, 3% CaO, 2% MgO, 3% S, dan 1% TE) Pupuk KOKA NP (18% N, 10% P2O5, 12 K2O, 4% CaO, 2% MgO, 3% S, dan 1% TE) |
6.500 – 7.500*) |
per kg |
|
3. |
Pupuk Si Nutri HS |
6.000 |
per kg |
|
3. |
Mikoriza |
120.000 |
per kg |
Keterangan : Harga tersebut di atas adalah loco Jember, belum termasuk pajak dan biaya pengiriman.
*) Harga franco lokasi untuk wilayah Jawa – Madura adalah Rp. 6.500,- per kg; harga franco lokasi untuk wilayah luar Pulau Jawa dan Madura (selain Maluku dan Irian) adalah Rp. 7.500,- per kg
2.6. Alat dan Mesin
1. Alat dan mesin pengolahan kopi dan kakao: Alat dan mesin pengolahan kopi produk primer (Tabel 2.6.1), alat dan mesin pengolahan kopi produk sekunder (Tabel 2.6.2), alat dan mesin pengolahan kakao produk primer (Tabel 2.6.3), serta alat dan mesin pengolahan kakao produk sekunder (Tabel 2.6.4)
2. Alat dan mesin pengendali mutu (Tabel 2.6.5):
· Tester kadar air
· Alat sangrai untuk uji citarasa
· Alat uji belah kakao
3. Alat dan mesin pengolahan komoditas lain (Tabel 2.6.6)
4. Produk industri hilir:
· Bubuk kopi murni Arabika dan Robusta, bubuk kopi Blend Arabika Robusta, Bubuk kopi jahe
· Bubuk cokelat, Permen cokelat, Lemak cokelat, Pasta cokelat
2.6.1. Alat dan mesin pengolahan kopi produk primer
|
No.*) |
Alat dan Mesin |
Spesifikasi |
Harga (Rp.) |
|
|
|
|
|
|
1. |
Mesin pengupas kulit buah (pulper) |
Body : besi tuang Kapasitas 50 kg/jam, tanpa penggerak (manual) |
19.662.500 |
|
Body : besi tuang Kapasitas 200 kg/jam, penggerak diesel China 8 HP, transmisi pulley dan sabuk karet V |
27.706.500 |
||
|
Body : besi tuang Kapasitas 1000 kg/jam, penggerak diesel China 8 HP, transmisi pulley dan sabuk karet V |
45.313.500 |
||
|
2. |
Mesin pengupas kulit buah (pulper) hemat air EFICO 100® |
Kapasitas 400 kg kopi gelondong segar / jam, penggerak motor 5,5 HP, transmisi pulley dan V belt, dimensi 90 x 70 x 115 cm
|
13.500.000 |
|
3. |
Mesin pengupas kulit buah (pulper) hemat air EFICO 300® |
Kapasitas 1.200 kg kopi gelondong segar / jam, penggerak motor 5,5 HP, transmisi pulley dan V belt, dimensi 120 x 70 x 123 cm |
25.100.000 |
|
4. |
Mesin pengering kopi HS (dryer) |
Kapasitas 1.500kg/batch (1batch = 50 jam). Sumber panas burner minyak tanah, penggerak mesin diesel ex China 7 HP |
63.903.500 |
|
Kapasitas 3.500kg/batch (1 batch = 50 jam). Sumber panas tungku kayu, 6 kipas aksial, motor listrik @ 1/4 HP |
187.240.600 |
||
|
5. |
Mesin pencuci kopi HS (washer) |
Sistem heksagonal horizontal Kapasitas 30kg/batch [1 batch 5-7 menit] Penggerak Motor bakar 5,5 HP |
46.028.500 |
|
6. |
Mesin pencuci kopi HS (washer) type vertkal VERTICO WS – 100® |
Kapasitas 750 kg kopi berkulit tanduk basah / jam. Penggerak Motor diesel 6,5 HP, transmisi pulley, roda gigi, rantai, V belt, dimensi 68 x 100 x 107 cm, konstruksi besi baja, plat besi, dan plat besi berlubang, debit air 5 – 7 l / menit |
20.250.000 |
|
7. |
Mesin pengupas kulit kopi kering (huller) |
Kapasitas 500 kg HS/jam Penggerak mesin diesel ex China 20 HP |
48.888.500 |
|
8. |
Mesin pengupas kulit kopi kering (huller) tipe Engelberg horizontal LIBRICO H – 400® |
Kapasitas 400 kg pasar/jam Penggerak motor diesel 7 HP, transmisi pulley, roda gigi, dan V belt |
20.250.000 |
|
9. |
Mesin sortasi biji kopi |
Kapasitas 400 kg/jam, penggerak Motor listrik 1/2 HP, Transmisi pulley dan sabuk karet V |
37.931.000 |
|
Kapasitas 1.200 kg/jam, penggerak Motor bakar 5,5 HP, Transmisi pulley dan sabuk karet V |
42.900.000 |
2.6.2. Alat dan mesin pengolahan kopi produk sekunder
|
No.*) |
Alat dan Mesin |
Spesifikasi |
Harga (Rp.) |
|
1. |
Mesin sangrai kopi (roaster) |
a. Kapasitas 50 kg/batch, (1 batch = 45 menit) Sumber panas burner minyak tanah, motor listrik 1HP |
108.228.600 |
|
b. Kapasitas 30 kg/batch (1 batch = 45 menit) Sumber panas burner minyak tanah, motor listrik 1/2HP |
81.778.500 |
||
|
c. Kapasitas 10 kg/batch (1 batch = 45 menit) Sumber panas burner minyak tanah, motor listrik 1/2HP |
31.281.500 |
||
|
2. |
Mesin pencampur [mixer] |
Kapasitas 30 kg/batch [ 1batch=5-7 menit] Penggerak motor bakar 5,5 HP |
42.006.500 |
|
3 |
Mesin pembubuk kopi sangrai (grinder) |
a. Kapasitas 60 kg/jam Penggerak mesin diesel ex China 20 HP |
45.581.500 |
|
b. Kapasitas 30 kg/jam Penggerak motor bakar 5,5 HP |
34.856.500 |
||
|
c. Kapasitas 15 kg/jam Penggerak motor bakar 5,5 HP |
29.047.000 |
||
|
4. |
Alat sangrai uji citarasa kopi |
Kapasitas 100 g/batch [1batch:7menit] Pemanas listrik 1000W |
25.919.000 |
|
5. |
Alat uji citarasa kopi lengkap (roaster dan grinder) |
Kapasitas 100 g/batch (1 batch = 7 menit) |
58.094.000 |
|
6. |
Pengemas manual |
Tipe injak p = 20 cm |
5.094.500 |
|
7. |
Pengemas vakum |
Kapasitas 10 bungkus kemasan @250g.batch |
43.794.000 |
|
8. |
Kemasan aluminium |
Max. isi kemasan @250 g , 5000 lembar |
7.150.000 |
Keterangan:
*) Penomoran sesuai dengan urutan proses
1. Harga tersebut di atas tidak mengikat dan dapat berubah setiap saat
2. Harga tersebut di atas adalah Loco Jember, belum termasuk pajak-pajak, belum termasuk biaya instalasi dan pelatihan operator di lokasi pemasangan.
2.6.3. Alat dan mesin pengolahan kakao produk primer
|
No.*) |
Alat dan Mesin |
Spesifikasi |
Harga (Rp.) |
|
|
|
|
|
|
1. |
Mesin pemecah buah dan pemisah biji (podbreaker) |
Kapasitas 3 ton/jam Penggerak motor bakar 5,5 HP Transmisi pulley dan sabuk karet V |
87.140.750 |
|
2. |
Mesin pemeras lendir kakao (depulper) |
Kapasitas 1. ton/jam Penggerak motor bakar 5,5 HP Transmisi pulley dan sabuk karet V |
58.093.750 |
|
3. |
Kotak Fermentasi (dua kotak) |
Kapasitas 40 – 50 kg/batch Ukuran : 400 mm x 500 mm x 500 mm (p x l x t), tebal 30 mm
|
1.300.000 |
|
Kapasitas 625 – 650 kg/batch Ukuran : 170 cm x 120 cm x 50 cm (p x l x t), tebal 30 mm
|
5.500.000 |
||
|
4. |
Mesin pengering (drier) |
Kapasitas 1.5 ton/batch (1 batch = 50 jam), sumber panas burner minyak tanah, 2 kipas aksial, Penggerak motor listrik @1/4 HP |
63.892.500 |
|
Kapasitas 4 ton/batch (1 batch = 50 jam), sumber panas burner minyak tanah,6 kipas aksial, Penggerak motor listrik @1/4 HP |
251.579.000 |
||
|
5. |
Mesin sortasi biji kakao [grader] |
Kapasitas 4 ton/batch (1 batch = 50 jam), sumber panas tungku kayu, 3 kipas aksial, Penggerak motor listrik @1/4 HP |
251.579.000 |
|
|
|
Kapasitas 400 kg/jam, penggerak motor listrik 1/2HP, transmisi pulley dan sabuk karet V. |
21.655.600 |
|
Kapasitas 1.200 kg/jam, penggerak motor bakar 5,5HP, transmisi pulley dan sabuk karet V. |
34.856.500 |
2.6.4. Alat dan mesin pengolahan kakao produk sekunder
|
No.*) |
Alat dan Mesin |
Spesifikasi |
Harga (Rp.) |
|
1. |
Mesin sangrai (roaster) |
Kapasitas 30 kg/batch (1 batch = 30-45 menit), Penggerak motor listrik 1HP, sumber panas burner minyak tanah |
108.228.600 |
|
Kapasitas 20 kg/batch (1 batch = 30-45 menit), Penggerak motor listrik 1/2HP, sumber panas burner minyak tanah |
81.778.500 |
||
|
Kapasitas 10 kg/batch (1 batch = 30-45 menit), Penggerak motor listrik 1/2HP, sumber panas burner minyak tanah |
31.281.500 |
||
|
2. |
Mesin pemecah biji dan pemisah kulit kakao (desheller) |
Kapasitas 80 kg/jam, penggerak motor listrik ˝ HP, Transmisi pulley dan sabuk karet V |
49.156.500 |
|
3. |
Mesin pemasta kasar |
Kapasitas 4 kg/jam, penggerak motor listrik ˝ HP, transmisi pulley dan sabuk karet V |
27.710.000 |
|
Kapasitas 50 kg/jam, penggerak motor listrik 2 HP, pemanas listrik 500W |
45.582.000 |
||
|
4. |
Mesin penghalus cokelat [refiner] |
Kapasitas 8 kg/batch [1batch=4jam] Penggerak motor listrik 2HP |
89.375.000 |
|
5. |
Pemasta halusa) atau Pembubuk cokelatb) |
a)Kapasitas pemasta 10 kg/batch (1 batch = 20 jam) dan b)Kapasitas pembubuk 2 kg/batch (1 batch = 30 menit). Penggerak motor listrik 1/2HP |
62.562.500 |
|
a)Kapasitas pemasta 15 kg/batch (1 batch = 20 jam) dan b)Kapasitas pembubuk 4 kg/batch (1 batch = 30 menit). Penggerak motor listrik 1/2HP |
80.437.500 |
||
|
6. |
Mesin pencampur (mixer) |
Kapasitas 10 kg bubuk cokelat / batch (1 batch = 20 menit), penggerak motor listrik 3 HP, 380 V |
42.150.000 |
|
Kapasitas 12 kg permen cokelat / batch (1 batch = 30 menit), penggerak motor listrik 1 HP,220 V |
39.325.000 |
||
|
7. |
Mesin pengayak bubuk cokelat mekanis |
Kapasitas 2 kg / batch (1 batch = 1 menit), penggerak motor listrik ˝ HP, bahan ayakan SS |
18.500.000 |
|
8. |
Kempa lemak kakao
|
Manual Kapasitas 500 g/batch (1 batch = 5 menit), |
15.600.000 |
|
Hidroulik, kapasitas 3 kg/3menit Penggerak motor listrik 3 kVA |
43.800.000 |
||
|
9. |
Oven / penyimpan bahan cokelat |
Type rak, terdiri ata 15 rak x 2 sisi, dimensi (P x L x T) = 500 x 470 x 2250 mm, bahan konstruksi besi profil persegi, pemanas listrik 3000 watt dilengkapi dengan pengatur suhu |
35.750.000 |
|
10. |
Kabinet tempering bubuk cokelat |
Type rak, bahan konstruksi,besi siku, plat aliminium pemanas dimensi (P x L x T) = 650 x 500 x 2100 mm, dilengkapi dengan sistem pendingin daqn pengatur suhu / |
17.450.000 |
|
11. |
Cetakan adonan cokelat |
Kulkas, alat cetakan, cetakan cokelat, panb (nampan SS) pengemas injak |
16.874.000 |
Keterangan:
*) Penomoran sesuai dengan urutan proses
1. Harga tersebut di atas tidak mengikat dan dapat berubah setiap saat
2. Harga tersebut di atas adalah Loco Jember, belum termasuk pajak-pajak, belum termasuk biaya instalasi dan pelatihan operator di lokasi pemasangan.
|
No. |
Alat dan Mesin |
Harga (Rp.) |
|
|
|
|
|
1. |
Alat ukur kadar air (Kako Tester) Spesifikasi Teknis: Sumber arus 6 buah batere AA (@ 1,5 V), skala meter 0 – 20%, Berat 830 g |
6.350.000 per unit |
|
2. |
Alat sangrai untuk uji citarasa Spesifikasi Teknis: Kapasitas 100 g/batch; pemanas tabung infra red 1000 W; penggerak motor DC 12 W; dilengkapi pengatur suhu dan waktu |
26.455.000 per unit |
|
3. |
Alat uji belah kakao Spesifikasi Teknis: Kapasitas 50 biji/batch; penggerak langsung (manual) |
15.750.000 per unit |
Harga tersebut di atas adalah loco Jember, belum termasuk pajak, belum termasuk biaya instalasi dan pelatihan operator di lokasi pemasangan.
2.6.6. Alat dan mesin pengolahan komoditas lain
|
No. |
Alat dan Mesin |
Spesifikasi |
Harga (Rp.) |
|
|
|
|
|
|
1. |
Mesin penyuling nilam |
Kapasitas 50 kg daun kering /batch (1 batch = 4 jam), bahan bakar kayu, bahan stainless steel |
89.017.500 |
|
2. |
Mesin penyerabut kelapa |
Kapasitas 2.000 buah/hari Tenaga motor diesel ex China 20 PK |
53.768.000 |
|
3. |
Mesin pengering tipe rak untuk empon-empon |
Kapasitas 100 kg irisan jahe/batch (1 batch = 12 jam) Sumber panas burner minyak tanah |
48.620.000 |
|
4. |
Mesin pengering gabah |
Kapasitas 2-4 ton/batch |
84.656.000 |
|
5. |
Mesin penyerpih limbah biomassa |
Kapasitas 2-4 m3 ranting/jam Penggerak motor bakar 5,5 PK |
57.986.500 |
|
6. |
Mesin kristalisasi minuman kesehatan instan |
Kapasitas 20 liter/batch Penggerak motor listrik 1 HP |
29.172.000 |
|
7. |
Alat press buah-buahan |
Kapasitas 2-3 buah/batch Pompa Hidroulik (manual) |
12.441.000 |
Keterangan:
1. Harga tersebut di atas tidak mengikat dan dapat berubah setiap saat
2. Harga tersebut di atas adalah Loco Jember, belum termasuk pajak-pajak, belum termasuk biaya instalasi dan pelatihan operator di lokasi pemasangan.
2.7.1. Analisis mutu biji kopi
|
No. |
Macam Analisis |
Tarif Jasa (Rp. / sample) |
|
|
|
|
|
1. |
Kadar Air: - Metode Oven - Tester |
60.000 10.000 |
|
2. |
Kadar benda asing, kotoran, biji pecah |
18.500 |
|
3. |
Jumlah nilai cacat |
42.500 |
|
4. |
Ukuran biji (lolos ayakan, 7,5 mm, 6,5 mm, 5,5 mm) |
18.500 |
|
5. |
Uji Cita Rasa Kopi |
125.000 |
|
6. |
Kadar Ochrataxin A |
1.000.000 |
2.7.2. Analisis mutu biji kakao
|
No. |
Macam Analisis |
Tarif Jasa (Rp. / sample) |
|
|
|
|
|
1. |
Kadar Air: - Metode Oven - Tester |
60.000 10.000 |
|
2. |
Kadar kotoran (waste), benda asing, biji pecah |
18.500 |
|
3. |
Uji belah (analisis biji cacat) |
50.000 |
|
4. |
Jumlah biji per 100 gram |
12.500 |
|
5. |
PH keping biji |
31.000 |
|
6. |
Indeks fermentasi |
60.500 |
|
7. |
Uji Cita Rasa Kakao |
125.000 |
|
8. |
Kadar Lemak Kakao |
125.000 |
Catatan:
Mutu biji kakao ditetapkan berdasarkan persyaratan mutu perdagangan untuk keperluan non-ekspor dan ekspor
2.8. Analisis Mutu Air Dan Limbah Cair (Lihat 1.1)
2.9. Analisis Tanah (Lihat 1.2)
2.10. Analisis Pupuk (Lihat 1.3)
2.11. Analisis Jaringan Tanaman (Lihat 1.4)
2.12. Analisis Agrokimia (Lihat 1.5)
2.13. Pelayanan Jasa Teknis (Lihat 1.6)
2.14. Majalah dan Buku
Sebagai pemanfaatan informasi, puslit juga menyediakan berbagai majalah dan buku yang memuat teknologi, konsepsi, dan informasi mengenai agribisnis dan agroindustri perkebunan. Informasi ini dimuat dalam majalah (jurnal, warta, dan buletin), buku pedoman teknis, prosiding, dan sebagainya. Majalah dan buku tersebut disediakan untuk masyarakat yang memerlukannya.
|
No. |
Macam majalah / Buku |
Harga (Rp) |
|
|
|
|
|
1. |
Majalah PELITA PERKEBUNAN Terbit 3 nomor dalam setahun @ Rp. 42.500 |
127.500 |
|
2. |
Majalah WARTA PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO INDONESIA Terbit 3 nomor dalam setahun @ Rp. 36.000 |
108.000 |
|
3. |
Forum Agribisnis Perkebunan. Terbit 12 nomor dalam setahun Minimum pesan 10 eksemplar per nomor @ Rp. 2.000 per eksemplar. |
240.000 |
|
|
|
|
|
|
BUKU-BUKU |
|
|
1. |
Prosiding Lokakarya Kakao Mulia |
55.000 |
|
2. |
Prosiding Seminar Pengeringan Biji Kakao dengan Energi Surya |
55.000 |
|
3. |
Prosiding Lokakarya Penanggulangan Hama PBK di Indonesia |
42.350 |
|
4. |
Pedoman Teknis Side-cleft grafting |
24.200 |
|
5. |
Pedoman Teknis Budidaya Tanaman Kopi |
121.000 |
|
6. |
Pedoman Teknis Budidaya Tanaman Kakao |
121.000 |
|
7. |
Panduan Lengkap Budidaya Kakao |
47.000 |
|
8. |
Panduan Lengkap Kakao, Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir |
100.000 |
Mengingat sumberdaya manusia menjadi aset penting dan strategis guna peningkatan kompetensi dan daya saing di era globalisasi dan liberalisasi perdagangan, maka Pusat Penelitian Kopi dan Kakao secara lebih intensif menyediakan jasa pelatihan karyawan dan para calon karyawan yang bekerja pada agribisnis perkebunan. Pelatihan meliputi peningkatan ketrampilan dalam hal kemampuan teknis dan manajemen.
Berikut adalah kalender program pelatihan agribisnis kopi dan kakao tahun 2009.
|
No. |
Topik Pelatihan |
Waktu *) |
Biaya per orang (Rp) |
|
|
|
|
|
|
1. |
Uji Cita Rasa Kopi (UCKo) Tingkat Dasar (Periode I) |
Maret (2 hr.) |
3.000.000 |
|
2. |
Uji Cita Rasa Kopi (UCKo) Tingkat Dasar (Periode II) |
Agsts. (3 hr.) |
3.000.000 |
|
3. |
Teknik Budidaya dan Pengolahan Kopi |
Juni (5 hr.) |
2.500.000 |
|
4. |
Pengelolaan OPT Kopi |
April (4 hr.) |
2.000.000 |
|
5. |
Industri Hilir Kopi |
Juli (4 hr.) |
2.400.000 |
|
6. |
Teknik Budidaya dan Pengolahan Kakao |
Mei (5 hr.) |
2.500.000 |
|
7. |
Pengelolaan OPT Kakao |
Oktober (4 hr.) |
2.000.000 |
|
8. |
Industri Hilir Kakao |
Feb. (5 hr.) |
3.750.000 |
|
9. |
Pelatihan Pengolahan Limbah Kopi dan Kakao menjadi Pupuk dan Sumber Energi Alternatif |
Jan. (4 hr.) |
3.000.000 |
|
10. |
Pelatihan Pembibitan Kakao Somatic Embryogenesis (SE) (Periode I) |
Juni (4 hr.) |
1.750.000 |
|
11. |
Pelatihan Pembibitan Kakao Somatic Embryogenesis (SE) (Periode II) |
Juni (4 hr.) |
1.750.000 |
|
|
|
|
|
Keterangan:
1. Waktu pelatihan tidak mengikat (dapat disesuaikan)
2. Biaya Paket Pelatihan 1, 2 dan 7 mencakup: makan siang 1x dan snack 2x, materi pelatihan, bahan praktek dan sertifikat (peserta pada masing-masing paket pelatihan minimal 10 orang)
3. Biaya Paket Pelatihan lainnya, di luar pelatihan 1, 2 dan 7, mencakup: penginapan, makan 3x dan snack 2x, materi pelatihan, bahan praktek serta sertifikat (peserta pada masing-masing paket pelatihan minimal 10 orang)
4. Selain program paket pelatihan tersebut di atas, juga dilayani program pelatihan, studi banding dan wisata pendidikan dengan topik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sedangkan waktu dan biayanya dapat dinegosiasikan.
III. PUSAT PENELITIAN PERKEBUNAN GULA INDONESIA (P3GI)
Mandat utama Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) adalah mengelola kegiatan inovasi teknologi dan manajemen yang diperlukan oleh industri gula nasional. Dalam meningkatkan peranannya pada industri gula, P3GI menghasilkan produk, teknologi, dan jasa yang erat kaitannya baik dengan budidaya tanaman tebu maupun pengolahannya menjadi gula. Produk dan jasa tersebut mencakup bibit unggul tebu, media kultur jaringan, analisis bahan, mesin dan peralatan, serta jasa kepakaran, baik berupa pengujian, penerapan, maupun konsultansi teknik dan manajemen.
Berbeda produk tersebut memiliki kandungan teknologi yang tinggi dan disediakan untuk membantu para petani dan pengusaha tebu serta pelaku industri gula Indonesia untuk dapat beroperasi secara lebih efektif dan efisien.
3.1. Bibit dan Media Kultur Jaringan Tebu
|
No. |
Jenis Bibit |
Harga (Rp) |
|
|
1. |
Bibit bagal 6-mata - dirawat |
34.000 55.000 |
per kuintal per kuintal |
|
2. |
Budchips / Budset |
350 |
per biji |
|
3. |
Dederan polibeg - Asal budset - Asal kultur jaringan |
450 650 |
per polibeg per polibeg |
|
No. |
Macam Analisis / Pengujian |
Tarif Jasa (Rp / contoh) |
|
A. |
G U L A |
|
|
1. |
Pol OS 20 0C, % |
40.000 |
|
2. |
Kadar air, % |
25.000 |
|
3. |
Besar jenis butir, mm |
25.000 |
|
4. |
Warna kristal |
75.000 |
|
5. |
Gula reduksi, % |
30.000 |
|
6. |
Kadar Abu, % |
25.000 |
|
7. |
Faktor cuci |
30.000 |
|
8. |
Sulfur dioksida (SO2), ppm |
30.000 |
|
9. |
Index warna (Warna/CUMSA) |
40.000 |
|
10. |
Kotoran kasar |
30.000 |
|
11. |
Mikroba (mould yeast, mesofilik) philic |
150.000 |
|
12. |
Quarternary Ammonium Compounds, ppm |
50.000 |
|
13. |
Floc test (Ten day test) |
25.000 |
|
14. |
Odor after acidification |
15.000 |
|
15. |
Turbidity |
40.000 |
|
16. |
Sediment (zat tak larut), ppm |
50.000 |
|
17. |
Taste |
15.000 |
|
18. |
pH (1 : 10) |
15.000 |
|
19. |
Clarity dan warna larutan/visual |
15.000 |
|
20. |
Black spec evaluation |
15.000 |
|
21. |
Copper (Cu) |
75.000 |
|
22. |
Lead (Pb) |
100.000 |
|
23. |
Keavy metals as Pb |
125.000 |
|
24. |
Arsen (As) |
125.000 |
|
25. |
Calsium (Ca) |
20.000 |
|
26. |
Kalium |
20.000 |
|
27. |
Sulfat |
35.000 |
|
28. |
Chlor |
20.000 |
|
29. |
Magnesium |
20.000 |
|
B. |
T E T E S |
|
|
1. |
Brix, % |
50.000 |
|
2. |
Pol (termasuk brix), % |
70.000 |
|
3. |
Sacharosa (termasuk brix, Pol), % |
100.000 |
|
4. |
Gula reduksi (termasuk brix, Pol, Sucrose), % |
195.000 |
|
5. |
Abu, % |
25.000 |
|
6. |
Kadar air, % |
50.000 |
|
7. |
Perbedaan praktis (termasuk brix, Pol, sucrose, gula reduksi, kadar abu, dan kadar air) |
270.000 |
|
8. |
Analisis lengkap (termasuk brix, Pol, sucrose, gula reduksi, kadar abu, dan kadar air serta perbedaan praktis) |
300.000 |
|
9. |
Kadar nitrogen, % |
30.000 |
|
10. |
Viskositas, m Pa s |
30.000 |
|
11. |
Kadar dextran, % brix |
70.000 |
|
12. |
Kadar amilum, ppm |
30.000 |
|
C. |
TETES EKSPOR |
|
|
|
Tarif dasar sampai dengan berat 1.000 ton Tambahan berat di atas 1.000 ton dikenakan tambahan per ton Rp 100,- |
500.000 |
|
D. |
T.S.A.I. (Total sugar as Invert) |
|
|
|
Total gula sebagai invert, % (TSAI) |
175.000 |
|
|
|
|
3.3. Analisis Mutu Bahan Pembantu Pengolahan Gula
|
No. |
Macam Analisis |
Tarif Jasa (Rp / contoh) |
|
A. |
BATU GAMPING |
|
|
1. |
Kadar air |
15.000 |
|
2. |
Zat tidak larut dalam HCl |
25.000 |
|
3. |
Asam silikat |
25.000 |
|
4. |
Oksida besi + aluminium |
30.000 |
|
5. |
Kalsium Oksida (CaO) |
15.000 |
|
6. |
Magnesium Oksida (MgO) |
25.000 |
|
7. |
Karbon dioksida (CO2) |
15.000 |
|
8. |
Sulfat (SO3) |
30.000 |
|
9. |
Bahan organik |
15.000 |
|
10. |
Alkali |
25.000 |
|
11. |
Analisis lengkap |
225.000 |
|
|
|
|
|
B. |
KAPUR TOHOR |
|
|
1. |
Kadar air |
15.000 |
|
2. |
Zat tidak larut dalam HCl |
25.000 |
|
3. |
Asam silikat |
25.000 |
|
4. |
Oksida besi + aluminium |
25.000 |
|
5. |
Kalsium Oksida (CaO) |
20.000 |
|
6. |
Magnesium Oksida (MgO) |
25.000 |
|
7. |
Alkali |
25.000 |
|
8. |
Sulfat (SO3) |
30.000 |
|
9. |
Karbon dioksida (CO2) |
15.000 |
|
10. |
Pemadaman |
15.000 |
|
11. |
Analisis lengkap |
225.000 |
|
C |
K O K A S |
|
|
1. |
Kadar air |
30.000 |
|
2. |
Kadar abu |
25.000 |
|
3. |
Zat terbang |
25.000 |
|
4. |
Belerang total |
25.000 |
|
5. |
Belerang tidak merusak |
25.000 |
|
6. |
Belerang merusak |
10.000 |
|
7. |
Nilai kotor |
110.000 |
|
8. |
Analisis lengkap |
250.000 |
|
D. |
BELERANG |
|
|
1. |
Kadar Bitumineus |
30.000 |
|
2. |
Kadar air |
15.000 |
|
3. |
Hydrogen sulfida (H2S) |
15.000 |
|
4. |
Zat tidak larut dalam CS2 |
85.000 |
|
5. |
Arsen |
15.000 |
|
6. |
Sisa pembakaran |
70.000 |
|
7. |
Kadar abu |
20.000 |
|
8. |
Analisis lengkap |
250.000 |
|
E. |
FLOKULAN |
|
|
1. |
Kadar air |
20.000 |
|
2. |
Derajat hidrolisis |
100.000 |
|
3. |
Berat molekul |
80.000 |
|
4. |
Akrilamid monometer |
100.000 |
|
5. |
Analisa lengkap |
300.000 |
|
F. |
RESIN |
|
|
1. |
Berat jenis |
75.000 |
|
2. |
Kebasahan |
75.000 |
|
3. |
Kapasitas |
100.000 |
|
4. |
Analisis lengkap |
250.000 |
|
G. |
TEBU |
|
|
1. |
Brix tebu, % |
25.000 |
|
2. |
Pol tebu, % |
25.000 |
|
3. |
Kadar air tebu |
30.000 |
|
4. |
Sabut tebu, % |
45.000 |
|
5. |
Analisis lengkap |
125.000 |
|
|
|
|
|
H. |
AMPAS TEBU |
|
|
1. |
Pol, % |
35.000 |
|
2. |
Bahan kering, % |
35.000 |
|
3. |
Nilai kolor |
100.000 |
|
4. |
PI (Cacahan tebu) |
75.000 |